Sebanyak 177 item atau buku ditemukan

PENGGUNAAN α-AMILASE Lactobacillus fermentum EN 38-44 DALAM PENGURAIAN KARBOHIDRAT TEPUNG PASTA UMBI LOKAL

No: 307 α-Amilase adalah enzim penghidrolisis molekul pati yang memutuskan ikatan α-(1,4)-D-glikosida, dan menghasilkan maltosa dan glukosa yang tergolong gula pereduksi. Lactobacillus fermentum EN 38-44 secara kualitatif menghasilkan α-amilase. Namun demikian, karakteristik dan potensinya dalam menguraikan tepung pasta belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan α-amilase Lactobacillus fermentum EN 38-44 yang terkarakterisasi dan menguji aktivitasnya dalam menguraikan karbohidrat tepung pasta umbi lokal (ubi ungu, putih, kuning), dan tepung pasta tapioka. Karakteristik Lactobacillus fermentum EN 38-44, meliputi optimasi pH dan suhu serta stabilitasnya. Aktivitas α-amilase dilakukan dengan metode Bernfeld (1955) dalam Kanpiegjai et al, (2015) dan kadar gula reduksi menggunakan metode Miller (1959) dalam Whitney and Abdul (2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas α-amilase Lactobacillus fermentum EN 38-44 mencapai optimum pada suhu 40˚C dan pH 5,5 dengan nilai sebesar 1,620 U/ml. Aktivitas relatif L.fermentum EN 38-44 ≥ 50% terjadi pada suhu 30˚C-50˚C dan pH 4,5-6,0 dengan waktu inkubasi selama 60 menit. Kadar gula reduksi pada tepung pasta ubi jalar dengan penambahan α-amilase L.fermentum EN 38-44 (ubi : ungu 0,043%, putih 0,039%, kuning 0,034%) lebih tinggi dibandingkan dengan kadar gula reduksi pada tepung pasta tapioka sebesar 0.028%. Sebaliknya, kadar gula reduksi pada tepung pasta ubi jalar dengan penambahan α-amilase L.fermentum EN 38-44 lebih rendah dibandingkan pada kadar gula reduksi pada tepung terigu sebagai pembanding dengan nilai sebesar 0,050%.

ANALISIS PENGARUH TERAPI ERYTHROPOIETIN STIMULATING AGENTS (ESA), ASAM FOLAT DAN VITAMIN B12 TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PASIEN HEMODIALISIS DI RSPAD GATOT SOEBROTO PERIODE JANUARI-JUNI 2017

No: 306 Penyebabutama anemia pada pasien hemodialisisyaitu menurunnya produksi hormon eritropoietin oleh ginjal.Pengobatannya dengan menggunakan Erythropoetin Stimulating Agent (ESA).Terapi penunjang untuk meningkatkan optimalisasi ESA yaitu salah satunya dengan menggunakan asam folat dan vitamin B12. Jenis ESA yang digunakan yaitu epoetin alfa, epoetin beta serta asam folat 1 mg, 5 mg dan vitamin B12 50 µg.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi ESA, asam folat dan vitamin B12 terhadap peningkatan kadar hemoglobin pasien hemodialisis.Data dikumpulkan secara retrospektif dan dianalisa secara deskriptif periode Januari-Juni 2017 diRSPAD Gatot Soebroto.Analisis statistik menggunakan uji Oneway Anova, uji Normalitasdan uji lanjut menggunakan uji Duncan. Sampel yang akan diteliti sebanyak 71 pasien dan dikelompokkan menjadi empat bagian, yaitu epoetin alfa 1 mg, epoetin alfa 5 mg, epoetin beta 1 mg dan epoetin beta 5 mg. Dari masing-masing kelompok, terdiri atas jenis ESA, sediaan asam folat dan vitamin B12. Berdasarkan jenis kelamin dan usia, penderita terbanyak pada pasien laki-laki (52%) dan usia terbanyak 51 – 55 tahun (27%).Hubungan antara rata-rata kadar Hb dengan lama pemberian, epoetin alfa 1 mg dan epoetin alfa 5 mg cenderung meningkatkan kadar Hb dan stabil.Dengan menggunakan SPSS versi 17 dapat disimpulkan bahwa sampelterdistribusi normal dan homogen serta ada hubungan yang signifikan antara pemberian terapi terhadap peningkatan kadar Hb yang diukur selama 6 bulan, dimana nilai probabilitas sig 0,000 < nilai α yaitu 0,05. Sedangkan hasil uji Duncan yaitu, epoetin beta 1 mg dan epoetin alfa 5 mg berbeda nyata dengan epoetin beta 5 mg dan epoetin alfa 1 mg.

TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN INFORMASI OBAT (PIO) DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT MELANIA BOGOR

No: 305 Pelayanan informasi obat (PIO) merupakan kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh apoteker untuk memberikan informasi secara akurat, tidak bias dan terkini kepada dokter, perawat,profesi kesehatan lainnya dan pasien, untuk mencegah penggunaan obat yang salah dan adanya interaksi obat yang tidak dikehendaki. Kepuasan pelanggan merupakan perbedaan antara harapan dan hasil kerja yang diterimanya, jika hasil kerja yang diterima melebihi harapan maka kepuasan akan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pasien terhadap pelayanan informasi obat (PIO) di Instalasi farmasi Rumah Sakit Melania Bogor.Pengumpulan data menggunakan kuisioner, Hasil pengolahan data menggunakan skala Likertdengan bantuan SPSS versi 16.00. Responden pada pelayanan informasi obat di Instalsi Farmasi Rumah Sakit Melania Bogor berusia 26-35 tahun sebanyak 33 responden, dengan tingkat pendidikan terakhir SMA sebanyak 55 responden dan status pekerjaan bekerja sebagai pegawai swasta sebanyak 49 responden. Berdasarkan hasil uji skala Likert didapatkan hasil presentase sebesar 88,58 %, yang termasuk dalam kriteria sangat puas. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa responden merasa sangat puas terhadap pelayanan informasi obat (PIO) di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Melania Bogor

PERBEDAAN TEKANAN DARAH PRA-DIALISIS ANTARA PASIEN PATUH DAN TIDAK PATUH MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HEMODIALISIS RUTIN DI RSUD. R. SYAMSUDIN SH SUKABUMI

No: 304 Hipertensi tidak hanya merupakan penyebab utama kegagalan pada ganjal tetapi juga manjadi masalah pada pasien gagal ginjal yang menjalani dialisis. Terdapat variasi tekanan darah pra-dialisis pada pasien hemodialisis rutin di setiap kunjungan hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata terkanan darah pra-dialisis antara pasien yang patuh minum obat antihipertensi dan tidak patuh minum obat antihipertensi pada pasien hemodialisis rutin di RSUD. R. Syamsudin SH Sukabumi. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan studi analitik onservasional dengan mengambil data secara prospektif. Tingkat kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat antihipertensi dinilai berdasarkan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS)-8. Analisis data dilakukan dengan uji sampel independen menggunakan program statistik SPSS versi 16.0 untuk mengetahui perbedaan rata-rata tekanan darah pra-dialisis pada pasien hemodialisis rutin di RSUD. R. Syamsudin SH Sukabumi. Berdasarkan hasil penelitian, 15 pasien (24%) masuk dalam kategori tidak patuh dan 47 pasien (76%) masuk dalam kategori patuh dengan rata-rata tekanan darah pra-dialisis pada pasien tidak patuh adalah 140/85 mmHg dan pada pasien patuh adalah 136/84 mmHg. Hasil uji sampel independent menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan rata-rata tekanan darah pra-dialisis pada pasien hemodialisis rutin antara pasien patuh minum obat dan tidak patuh minum obat.

PENGARUH PELAYANAN INFORMASI OBAT TERHADAP KEPATUHAN PASIEN RAWAT JALAN PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS CIBUNGBULANG KABUPATEN BOGOR

No: 303 Hipertensi merupakan penyakit yang memerlukan terapi jangka panjang, sehingga diperlukan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan untuk mengontrol tekanan darah sehingga menurunkan resiko komplikasi. Berdasarkan data yang diperoleh dari Profil kesehatan Puskesmas Cibungbulang tahun 2015, penderita hipertensi menempati urutan yang pertama, yaitu sebanyak 7841 orang dari 32460 pasien. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pelayanan informasi obat (PIO) terhadap kepatuhan pasien penderita hipertensi. Responden yang diteliti adalah pasien penderita hipertensi tanpa komplikasi pada golongan usia 26 tahun – 55 tahun. Pada penelitian ini menggunakan dua kelompok yaitu kelompok yang diberi PIO dan tanpa PIO. Dengan menggunakan metode survey data diperoleh dari catatan medis atau resep dan kuesioner MMAS-8. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan esklusi pada bulan September dan Oktober 2016 dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Pearson Correlation. Dari 88 responden dibagi menjadi 44 orang yang diberi PIO dan 44 orang tanpa PIO. Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan tanpa PIO sebesar 43,2% patuh dan 56,8% tidak patuh. Kepatuhan responden yang diberi PIO sebesar 72,3% patuh dan 22,7% yang tidak patuh. Berdasarkan analisis Chi-Square nilai Asymp.sig = 0,001< α = 0,005 sehingga PIO berpengaruh terhadap kepatuhan. Demikan pula menurut hasil uji korelasi dengan nilai 0,348 yang berarti terdapat hubungan antara pemberian PIO dengan kepatuhan pasien . Pemberian PIO berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pasien penderita Hipertensi di Puskesmas Cibungbulang Kabupaten Bogor.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PIGEMN KAROTEN DAN XANTOFIL DARI MIKROALGA Porphyridium cruentum PADA SEL DARAH MERAH DOMBA YANG DIBERI STRES OKSIDATIF

No: 302 Karoten dan xantorfil merupakan golongan dari karotenoid yang berpotensi sebagai antioksidan, karotenoid dapat disintesis oleh mikroalga P. cruentum. Penelitian ini bertujuan menguji potensi karoten dan xantofil dari P. cruentum sebagai antioksidan, dengan mengukur kadar malondialdehyde (MDA) dan superoxide dismutase (SOD) pada sel darah merah domba yang diberi stres oksidatif. Pengukuran MDA menggunakan metode thiobarbituric acid reactive substance (TBARS). Sedangkan pengukuran SOD dengan menggunakan metode adenochorom assay. Konsentrasi karoten pada analisis terdiri atas 0,6; 6; 60 ug/mL dan kontrol positif (vitamin E), sedangkan xantofil terdiri atas konsentrasi 0,8; 8; 80 ug/mL dan mulai kontrol postitif (vitamin C). Hasil uji tukey kadar MDA menunjukan, pigmen karoten konsentrasi 6,ug/mL dan xantrofil konsentrasi 8; 80ug/mL menunjukan nilai tidak beda nyata dengan kontrol positif. Analisis uji tukey aktifitas SOD menunjukan, pigamen karoten konsentrasi 6ug/mL dan xantrofil konsentrasi 8ug/mL menunjukan nilai tidak beda nyata dengan kontrol positif. Nilai tidsk neda nyata tersebut menunjukan hasil lebih baik pada pengujian antioksidan dslam menurunkan kadar MDA dan meningkatkan aktifitas SOD.

ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI METABOLIT BIOAKTIF JAMUR ENDOFIT TMS-03 DARI TUMBUHAN Curcuma mangga Val. Van. Zip

No: 300 infeksi adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam jaringan tubuh yang memerlukan penanganan dengan menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional mengakibatkan resistensi bakteri, maka diperlukan pencarian obat antibakteri baru menjadi penting dan berkelanjutan. Salah satunya adalah jamur endorfit yang merupakan sumber baru sebagai anti bakteri. Penelitian ini bertujuan mengisolasi metabolit bioaktif ekstrak elit asetat jamir endorfit TMS-03 dari tumbuhan Curcuma mangga Val. van. Zip. dan menguji potensi antibakterinya terhadap staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan menentukan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM). Pada penelitian ini, dilakukan isolasi metabolit bioaktif ekstrak etil asetat jamur endofit TMS-03 sebanyak 750,7 mg dengan metode skrining antibakteri KLT-bioautografi dan kromatografi kolom. Fraksi aktif kemudian diuji aktivitas antibakterinya emnggunakan metode mikro dilusi dengan menentukan nilai KHM. Berdasarkan pada hasil penelitian, target senyawa aktif antibakteri terdapat pada freaksi F17.12 dan F17.8.1 dengan nikai KHM masing-masing sebesar 256 ug/mL terhadap S. Aureus dan E.coli sedangakan nilai KHM untuk E. coli fraksi F17.8.1 sebesar >256 ug/mL. Aktifitas antibakteri kedua fraksi tersebut lebih lemah dibandingkan dengan kloramfenikol yang memiloki nilai KHM sebesar 4 ug/mL terhadap S. aureus dan 8 ug/mL terhadap E. coli.

ISOLASI DAN UJI ANTIBAKTERI KOMPONEN KIMIA EKSTRAK ETIL ASETAT JAMUR ENDOFIT PAL 01D1 DARI DAUN URANG-URANGAN (Villebrunea rubescens Blume)

No: 299 Jamur endofit merupakan kelompok mikroba endofit yang kaya akan sumber metabolit bioaktif, salah satunya adalah sebagai senyawa antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi dan uji aktivitas antibakteri komponen kimia dari ekstrak etil asetat jamur endofit Pal-01D1 yang di isolasi dari tumbuhan daun Urang-Urangan (Villebrunea rubescens Blume). Pengujian antibakteri menggunakan metode bioautografi serta senyawa murni dengan menentukan nilai Konsentrasi Hambat Minimum. Isolasi senyawa aktif dilakukan secara bertahap dimulai dengan uji KLT dan pemurnian dengan kromatografi kolom.Uji aktivitas antibakteri dilakukan degan metode mikro dilusi cair terhadap bakteri uji Staphyloccus aureus dan Escherichia coli. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa aktivitas senyawa murni F 8.4.1 memiliki nilai KHM terhadap bakteri Staphyloccus aureus dan Escherichia colisebesar >512 �g/ml, aktivitas senyawa ini lebih lemah dibandingkan dengan kontrol positif yang digunakan yaitu kloramfenikol yang memiliki nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) terhadap bakteri uji Staphyloccus aureus dan Escherichia coli sebesar 8 �g/ml.

AKTIVITAS JUS BUAH LABU AIR (Lagenaria siceraria) SEBAGAI ANTIHIPERGLIKEMIK TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) GALUR Sprague dawley

No: 297 Diabetes mellitus merupakan kelompok kelainan fungsi metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yangterjadi karenakelainan sekresi insulin, kerjainsulin atau kedua-duanya.Hiperglikemia merupakan keadaan jumlah glukosa dalam darah melebihi batas normal (>200 mg/dL).Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai penurun glukosa darah, yaitu buah labu air (Lagenaria siceraria). Senyawa aktif yang teridentifikasi dalam buah labu air, yaitu flavonoid dan saponin.Tujuan dari penelitian adalahmengetahuiaktivitas jus buah labu air dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus putih (Rattus novergicus) jantan denganhiperglikemia. Buah labu air diambil filtratnya dengan metode pengejusan.Jus buah labu air diuji secarain vivo pada tikus hipergikemia yang diinduksi aloksan. Pengukuran kadar glukosa darahmenggunakan glukometer selama 14 hari dengan interval waktu 3hari. Hasil uji secara in vivo jus buah labu air memiliki aktivitas antihiperglikemia dengan parameter penurunan kadar glukosa darah tikus dan terdapat perbedaan penurunan kadar glukosa darah pada setiap pengecekan. Nilai penurunan kadar glukosa darah masing-masing kelompok kontrol negatif, kontrol positif, jus buah labu air dosis 100 mg/mL, dosis 200 mg/mL dan dosis 400 mg/mL secara berurutan sebesar -227,80 mg/dL, 288,40 mg/dL, 125,20 mg/dL, 297,40 mg/dL dan 324, mg/dL.

UJI INHIBISI EKSTRAK ETIL ASETAT DAN ETANOL UMBI LAPIS BAWANG MERAH (Allium cepa) TERHADAP ENZIM α-GLUKOSIDASE

No: 296 Umbi lapis bawang merah (Allium cepa) berguna sebagai bahan obat anti diabetes. Salah satu mekanisme kerja obat diabetes adalah dengan cara menghambat aktivitas enzim α-Glukosidase dalam mengurai karbohidrat menjadi glukosa di dalam sel. Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya inhibisi ekstrak etil asetat dan etanol umbi lapis bawang merah (Allium cepa) terhadap aktivitas enzim α-Glukosidase. Ekstrak etil asetat dan etanol umbi lapis bawang merah didapatkan dengan metode maserasi dan masing-masing dibuat dalam konsentrasi 2% dan 4%, yang selanjutnya akan digunakan untuk uji inhibisi aktivitas enzim α-Glukosidase dengan alat Microplate Spectrophotometer pada λ 410 nm. Hasil pengukuran inhibisi ekstrak etil asetat 2% dan 4% menunjukkan nilai yang lebih tinggi (99,56% dan 99,75%) dibandingkan dengan hasil pengukuran akarbosa 1% (97,51%) dan ekstrak etanol 2% dan 4% (93,60% dan 98,56%). Hasil uji statistika anova menunjukkan hasil inhibisi ekstrak etil asetat 2% tidak berbeda nyata (p<0,05) dengan akarbosa 1% sebagai kontrol positif. Sehingga ekstrak etil asetat 2% umbi lapis bawang merah (Allium cepa) dinilai memiliki aktivitas optimal dalam menginhibisi aktivitas enzim α-Glukosidase.