Sebanyak 177 item atau buku ditemukan

SELEKSI DAN PENGUJIAN ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT DARI NIRA AREN (Arenga pinnata Merr.) ASAL PAPUA SEBAGAI KANDIDAT PROBIOTIK

No: 369 Bakteri asam laktat (BAL) banyak digunakan sebagai probiotik karena umumnya tidak patogen, bahkan beberapa strain mendapatkan status GRAS (Generally Recognized As Safe) dari FDA (Food and Drug Administration). Selain itu BAL mempunyai kemampuan hidup di dalam saluran pencernaan serta mampu menekan pertumbuhan bakteri patogen enterik. Nira memiliki komponen nutrisi seperti gula dan komponen lain yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme salah satunya BAL. Penelitian ini bertujuan mencari BAL kandidat probiotik asal nira Aren (Arenga pinnata Merr.) dari Papua. Untuk menjadi kandidat probiotik, BAL harus melalui beberapa tahap uji. Isolat BAL diuji antimikroba terhadap bakteri E. coli dan B. cereus menggunakan metode sumuran. Selanjutnya BAL diuji kemampuannya bertahan pada garam empedu (0,1%, 0,2%, 0,3%, dan 0,4%). Isolat yang tahan terhadap garam empedu diuji pada pH rendah (pH 2,0 dan 2,5). Pertumbuhan BAL dilihat menggunakan metode spektrofotometer UV-Vis selama 26 jam. Isolat yang tahan terhadap pH rendah dan oxgall 0,3% digunakan untuk uji antibakteri lebih lanjut dengan metode spot test terhadap 12 bakteri patogen antara lain E. coli, B. cereus, L. monocytogenes, S. enterica, P. aeruginosa, S. aureus, S. agalactiae, A. hydrophilla, E. ictaluri, A. sobria, P. shigelloides, dan K. pneumonia. Isolat terpilih (6 isolat) kemudian diuji toleransi terhadap Simulated gastric juice dan Simulated intestinal juice. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 6 isolat hanya 1 isolat yang mampu bertahan pada Simulated gastric juice dan Simulated intestinal juice yaitu isolat NP 46. Kemudian isolat NP 46 ditumbuhkan pada media produksi dan jumlah sel NP 46 yang tumbuh pada media produksi sebanyak 2,06 x 109 CFU/g.

UJI AKTIVITAS SARI DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) SEBAGAI PENAMBAH NAFSU MAKAN TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus L.)

No: 368 Daun Pegagan mempunyai berbagai macam khasiat salah satunya sebagai penambah nafsu makan. Pada penelitian ini dilakukan pengujian aktifitas sari daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) sebagai penambah nafsu makan. Sari daun pegagan ini diuji terhadap mencit putih jantan, dengan variasi 4 konsentrasi yakni 0,25 mL, 0,5 mL, 0,75 mL, dan 1 mL, dan 2 kontrol pembanding yaitu akuades sebagai kontrol negatif dan larutan curvit sebagai kontrol positif. Perlakuan dilakukan selama 2 minggu, 1 minggu adaptasi dan 1 minggu pengujian terhadap sari daun pegagan. Parameter yang dianalisa, berat badan mencit dan jumlah pakan yang dihabiskan oleh mencit. Hasil pengujian berdasarkan parameter kenaikan berat badan menunjukkan bahwa peningkatan berat badan mencit kelompok yang diberi sari daun pegagan 0,75 mL dan 1 mL tidak berbeda nyata dengan kelompok kontrol positif yang diberikan curvit, tetapi berbeda nyata dengan kelompok yang diberikan pegagan 0,25 mL, 0,5 mL dan kontrol negatif. Hasil pegagan berdasarkan berat pakan yang dihabiskan tidak terdapat perbedaan yang nyata antar tiap kelompok perlakuan.

PEMBUATAN DAN ANALISIS KARAKTERISTIK CANGKANG KAPSUL KERAS DARI GELATIN HASIL PENGOLAHAN LIMBAH TULANG IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus)

No: 367 Kapsul adalah bentuk sediaan obat terbungkus cangkang kapsul keras atau lunak. Cangkang kapsul dibuat dari gelatin dengan atau tanpa zat tambahan lain. Gelatin merupakan suatu zat yang diperoleh dari hidrolisa parsial dari kulit atau tulang hewan. Sumber gelatin yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pembentuk kapsul cangkang keras diantaranya tulang atau kulit dari sapi, babi, ikan. Ikan lele dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan gelatin. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengevaluasi karakteristik kapsul cangkang keras dari gelatin yang dibuat dari gelatin tulang ikan lele dumbo (Clarias garepinus). Proses pembuatan gelatin dilakukan dengan menggunakan cara asam. Hasil pengujian gelatin menunjukan nilai pH gelatin 4,85, kadar air 13,5 %, viskositas 180-190 Cps, kadar abu 3,2% dan kekuatan gel 150 g/cm2. Gelatin yang dihasilkan kemudian digunakan untuk pembuatan cangkang kapsul keras yang dibedakan menjadi 2 formula dengan memvariasikan jumlah gelatin yang digunakan (Formula I = 25 g dan formula II = 35 g gelatin). Evaluasi terhadap karakteristik cangkang kapsul yang meliputi dimensi cangkang kapsul, pengukuran volume cangkang kapsul, waktu hancur dalam air dan larutan asam, kadar air dan kerapuhan. Hasil pengujian karakteristik yang tidak memenuhi persyaratan pada formula I adalah penetapan kadar air dan kerapuhan, sedangkan pada formula II hanya pada penetapan kadar air.

FORMULASI SEDIAAN GEL ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BINTARO (Cerbera odollam Gaertn.) TERHADAP Staphylococcus aureus

No: 366 Ekstrak etanol 70% daun bintaro dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak daun bintaro (Cerbera odollam Gaertn) memiliki kandungan senyawa kimia berupa flavonoid, alkaloid, dan tanin. Dalam penelitian ini dilakukan pembuatan sediaan gel ekstrak etanol 70% dari daun bintaro (Cerbera odollam Gaertn.) dan menentukan formulasi sediaan gel yang memiliki mutu fisik yang baik dan memiliki efektifitas antibakteri. Mutu fisik yang diuji meliputi homogenitas, organoleptik, viskositas, pH, daya sebar, stabilitas dan uji efektifitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi cakram. Hasil menunjukan sediaan gel ekstrak etanol 70% daun bintaro memiliki mutu fisik yang baik dan efektivitas antibakteri yang terbaik terdapat pada formulasi III dengan konsentrasi 5%. Berdasarkan analisis One way Anova dengan uji lanjut Duncan setiap formulasi dengan konsentrasi yang berbeda memiliki perbedaan yang nyata dengan α = 0.05.

SKRINING BAKTERI ASAM LAKTAT PROTEOLITIK INDIGENOUS PULAU ENGGANO DAN POTENSINYA DALAM PENGURAIAN PROTGEIN TEPUNG PASTA SEREALIA DAN UMBI LOKAL

No: 365 Protease merupakan enzim golongan hidrolase yang memecah protein menjadi molekul yang lebih sederhana, yaitu oligopeptida pendek dan asam amino, yang reaksi hidrolisisnya terjadi pada ikatan peptida. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan Bakteri Asam Laktat (BAL) proteolitik indigenous Pulau Enggano terseleksi yang memproduksi protease dengan aktivitas tertinggi, karakterisasi pertumbuhannya dan potensinya dalam penguraian protein pada tepung pasta serealia dan umbi lokal. Seleksi BAL proteolitik indigenous Pulau Enggano dari 25 isolat BAL diuji secara kualitatif dan kuantitatif. BAL penghasil protease terseleksi ditentukan karakteristik pertumbuhannya. Analisis kandungan protein terdegradasi tepung pasta serealia dan umbi lokal dengan dan tanpa penambahan BAL proteolitik terseleksi diuji menggunakan metode titrasi formol (U.S.P, 1989 dalam Nilsang et al 2005) sedangkan uji total asamnya menggunakan metode titrasi asam basa (AOAC, 1995). Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAL proteolitik terseleksi dengan aktivitas tertinggi teridentifikasi sebagai Fructobacillus fructosus EN 17-20 dengan nilai sebesar 1,196 U/ml. Pertumbuhan optimum F. fructosus EN 17-20 terjadi pada pH 6,5, suhu 34oC dan substrat dengan penambahan fruktosa 3%. Kenaikan kadar protein terdegradasi tertinggi pada tepung pasta terigu dengan penambahan 50 µl (2,5 x 107 CFU/ml) F. fructosus EN 17-20 sebesar 0,35% dengan total asam 0,14%. Kadar protein terdegradasi tertinggi pada tepung pasta ubi ungu dengan penambahan 200 µl (10 x 107 CFU/ml) F. fructosus EN 17-20 sebesar 0,17% dengan kadar total asam 0,30%. Kadar protein terdegradasi pada tepung pasta jagung dengan penambahan 200 µl (10 x 107 CFU/ml) F. fructosus EN 17-20 sebanyak 0,61% dengan kadar total asam sebesar 0,12%.

UJI AKTIVITAS DAYA INHIBISI EKSTRAK n-HEKSAN, ETIL ASETAT DAN AIR DARI BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill) TERHADAP ENZIM α-GLUKOSIDASE

No: 364 Enzim α-glukosidase di dalam sistem pencernaan berperan sebagai pengurai karbohidrat menjadi glukosa. Inhibisi aktivitas enzim ini dapat mengurangi kadar glukosa dalam darah yang bermanfaat bagi penderita diabetes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya inhibisi ekstrak n-Heksan, etil asetat dan air dari biji alpukat (Persea americana Mill) terhadap enzim α-glukosidase. Ekstrak kental biji alpukat dengan pelarut n-Heksan, etil asetat dan air diperoleh dengan metode remaserasi serbuk simplisia biji alpukat yang dikeringkan dengan rotary evaporator. Uji inhibisi ekstrak biji alpukat terhadap enzim α-glukosidase dilakukan secara in vitro pada masing-masing ekstrak dengan konsentrasi 1%, 1,5%, dan 2%. Hasil uji fitokimia pada ketiga ekstrak biji alpukat menunjukkan positif mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan tanin. Ekstrak n-Heksan pada konsentrasi 1%, 1,5%, dan 2% mempunyai daya inhibisi 100%, 94%, 97% yang lebih tinggi dari pada daya inhibisi ekstrak etil asetat 95%, 94%, 96% dan ekstrak air 90%, 92%, 94%. Hasil uji two way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan pengaruh konsentrasi masing-masing ekstrak terhadap daya inhibisi enzim αglukosidase dan pada uji Pos Hoct Test Tukey konsentrasi ekstrak 1,5% dan 2% memberikan pengaruh inhibisi yang sama terhadap enzim α-glukosidase tetapi berbeda pengaruh pada konsentrasi 1%.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAN ETIL ASETAT DARI DAUN LABU AIR (Lagenaria siceraria) DENGAN METODE PEREDAMAN DPPH

No: 363 Daun labu air (Lagenaria siceraria) merupakan salah satu sumber antioksidan karena mengandung senyawa Vitamin C dan flavonoid. Antioksidan memiliki peran penting dalam tubuh untuk menstabilkan radikal bebas dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbedaan aktivitas antioksidan ekstrak labu air(Lagenaria siceraria) daripelarut etanol 96% dan etil asetatyang dapat dilihat dengan nilai IC50.Penentuan aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman DPPH.Ekstrak daun labu air diekstraksi menggunakaan etanol 96% dan etil asetat menggunakan metode remaserasi selama 3 kali 24 jam.Dilanjutkan dengan kromatografi kolom dan kromatografi lapis tipis untuk melihat pola pemisahan senyawa.Kemudian diukur aktivitas antioksidannya dengan mereaksikan larutan sampel dengan reagen DPPH.Hasil pengukuran aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol 96% dan etil asetat daun labu air diperoleh nilai IC50 ekstrak etanol 96% sebesar 692,178 ppm dan IC50 etil asetat sebesar 701,209 ppm.Kemudian ekstrak etanol 96% dilakukan kromatografi kolom dan diperoleh 65 fraksi.Hasil ujiaktivitas antioksidan fraksi 1 sampai dengan fraksi 7 diperoleh nilai IC50 berturut-turut sebesar 349,0379 ppm, 313,7419 ppm, 277,0115 ppm, 285,2292 ppm, 297,7739 ppm, 324,5824 ppm, dan 399,4845 ppm. Aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 terbaik berada pada fraksi 3 dengan nilai IC50 sebesar 277,0115ppm.Aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% mengalami peningkatan setelah dilakukan fraksinasi dengan kromatografi kolom.

IDENTIFIKASI SENYAWA DAN UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK A, B, DAN C DARI MIKROALGA Chlorella vulgaris

No: 362 Chlorella vulgaris adalah salah satu jenis mikroalga Chlorophyta yang mengandung berbagai senyawa penting seperti flavonoid, tanin, senyawa fenolik, terpenoid, klorofil dan karotenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa dan uji aktivitas antimikroba pada hasil ekstraksi bertingkat dari mikroalga Chlorella sp. Sample mikroalga yang diambil dari hasil kultivasi medium Jhonson pada fase logaritmik dan diekstraksi bertingkat (metode Naviner, 1999) dengan pelarut-pelarut diklorometan/air 1:1 (A), diklorometan dan NaOH yang dinetralisir dengan HCl (B), dan methanol/air 9:1 (C). Semua ekstrak dikeringkan di water bath suhu 50 0C. Senyawa masing-masing ekstrak diidentifikasi dengan Kromatografi Gas – Spektrometri Massa dan diuji aktivitas antimikrobanya terhadap bakteri S. aureus, E. coli, B. subtilis, dan C. albican dengan metode kertas cakram. Hasil identifikasi senyawa ekstrak menunjukkan ekstrak A didominasi oleh senyawa golongan alkana (Hexadecanoic 25% dan 9,12-octadecadienoic acid 27%) dan sedikit terpenoid (Neophytadiene 4%), extrak B juga didominasi senyawa alkana (Oleic acid 39% dan Hexadecanoic acid 20%), demikian pula ekstrak C didominasi macam-macam senyawa alkana (6-Octadecadienoic acid 20%, Hexadecanoic acid 16%, dan 9-Hexacosene 8%). Hasil uji antimikroba semua ekstrak menunjukkan aktivitas positip terhadap bakteri S. aureus, E. B. subtilis, dan C. albican, tetapi negatip terhadap E. coli. Ekstrak C mempunyai diameter daya hambat (3,2- 3,4 mm) yang lebih tinggi dari pada kontrol klorafenikol (1,0 – 3,1 mm), ekstrak B (1,8 – 2,4 mm) dan ekstrak C (1,3 – 1,4 mm). Jadi ekstrak C mempunyai aktifitas antimikroba yang tinggi terhadap bakteri S. aureus, E. B. subtilis, dan C. albican.

UJI STABILITAS DAN PENENTUAN MASA SIMPAN SERBUK INSTAN ANTIHIPERTENSI DARI CAMPURAN BERAS MONASCUS DENGAN SARI BUAH TOMAT

No: 361 Hipertensi merupakan salah satu penyakit penyebab utama kematian. Beras Monascus dan buah tomat dapat dijadikan sebagai bahan alternatif pengobatan hipertensi karena kandungan senyawa Gamma Amino Butiryc Acid (GABA) yang bersifat hipotensif. Penelitian ini bertujuan untuk membuat serbuk instan dari kedua bahan tersebut dan menganalisis kandungan GABA dengan KCKT serta menentukan masa simpannya menggunakan metode Arrhenius. Sediaan serbuk instan yang terbentuk berwarna merah dan sesuai dengan standar obat herbal. Hasil penelitian menggunakan ANOVA menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada parameter kadar air, kadar GABA, waktu seduh dan uji organoleptik warna selama penyimpanan 50 hari. Pada uji parameter analisis proksimat, pigmen merah, pigmen kuning serta uji organoleptik tampilan dan aroma tidak terdapat perubahan yang signifikan selama penyimpanan 50 hari. Senyawa GABA terdeteksi baik pada bahan baku dan produk serbuknya setidaknya selama 0,8 minggu masa penyimpanan.

UJI EFEKTIVITAS SALEP KUNYIT (Curcuma longa L.) SEBAGAI ANTIINFLAMASI PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR Sprague-Dawley

No: 360 Curcuma longa (L.) yang dikenal dengan nama kunyit adalah tanaman obat yang telah digunakan untuk mengobati berbagai penyakit di seluruh dunia, termasuk antiinflamasi. Menurut penelitian, gel ekstrak rimpang jahe merah 4% memiliki efek antiinflamasi lebih besar dibandingkan dengan gel ekstrak rimpang kunyit 4%. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian lanjutan yang bertujuan untuk menguji antiinflamasi dalam bentuk sediaan salep dari ekstrak rimpang kunyit dan natrium diklofenak sebagai kontrol positif serta melakukan uji fitokimia dari ekstrak rimpang kunyit. Serbuk kunyit dimaserasi selama 3x24 jam kemudian dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator hingga ekstrak pekat. Ekstrak rimpang kunyit memiliki kandungan senyawa kimia flavonoid. Ekstrak kunyit dibuat menjadi sediaan salep dengan konsentrasi 2%, 4%, 6% dan 8%. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 ekor tikus putih jantan yang dibagi dalam 6 kelompok. Kelompok pertama diberi basis salep, kelompok kedua diberi natrium diklofenak, kelompok ketiga konsentrasi 2%, kelompok keempat 4%, kelompok kelima 6% dan kelompok keenam 8%. Sebelum diberi perlakuan, kaki tikus putih jantan diukur volume awalnya. Disuntikkan karagenin 1% secara subplantar sampai terbentuk edema dan diukur volume edema kaki tikus putih jantan. Salep dioleskan pada telapak kaki tikus putih jantan setiap hari selama 2 minggu dan diukur penurunan edema pada kaki tikus putih jantan. Hasil pengukuran lalu ditabulasikan. Analisis statistik menggunakan uji One-Way ANOVA dan dilakukan uji lanjutan dengan menggunakan uji Duncan. Hasil uji efektivitas salep kunyit pada kaki tikus putih jantan bengkak menunjukkan hasil yang efektif sebagai antiinflamasi dan memberikan pengaruh yang sama terhadap volume edema kaki tikus putih jantan pada konsentrasi 8% dan kontrol positif.