Sebanyak 177 item atau buku ditemukan

EVALUASI KEJADIAN EFEK SAMPING OBAT PADA PASIEN PENGGUNAAN KB SUNTIK 1 BULAN DAN 3 BULAN DI BPS OOM MARYATI CIHIDEUNG BOGOR PERIODE JANUARI-MARET 2017

No: 389 Kontrasepsi suntikan terdiri dari 2 jenis yaitu suntikan kombinasi (1 bulan) dan suntikan progestin (3 bulan). Terdapat efek samping dari penggunaan kontrasepsi suntik yaitu Amenorea (tidak haid), mual, muntah, pusing/sakit kepala, perubahan berat badan, dan nyeri payudara. Terdapat juga keadaan yang memerlukan perhatian khusus seperti pasien Anemia dan kencing manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efek samping dan kenaikan berat badan yang terjadi pada pasien pengguna KB suntik 1 bulan dan 3 bulan. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan diwilayah kerja BPS Oom Maryati Cihideung Bogor pada bulan Mei – Juli 2017. Teknik sampling menggunakan metode puposive sampling dan jumlah sampel sebanyak 76 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan rekam medis. Analisis Data dilakukan dengan menggunakan uji Mann Whitney pada tingkat kemaknaan 95% (p < 0,05). Hasil penelitian pada kejadian efek samping diperoleh nilai p = 0,294 dan kenaikan berat badan diperoleh nilai p = 0,155. Kesimpulan tidak terdapat perbedaan efek samping dan kenaikan berat badan yang signifikan pada pengguna KB suntik 1 bulan dan 3 bulan.

EVALUASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRP's) PADA PASIEN ANAK PENDERITA INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT DI UPTD PUSKESMAS NANGGUNG 2017

No: 388 Drug Related Problems (DRP’s) didefinisikan sebagai suatu peristiwa atau keadaan yang memungkinkan atau berpotensi menimbulkan masalah pada hasil pengobatan yang diberikan. Masalah-masalah yang terkait dalam DRP’s merupakan salah satu tugas farmasis dalam mencapai pengobatan yang diinginkan. Identifikasi DRP’s dalam pengobatan penting dalam rangka mengurangi mordibilitas, mortalitas serta biaya terapi. Beberapa jenis masalah yang berhubungan dengan obat yaitu adanya penyakit yang tidak terobati, adanya obat yang tidak memiliki indikasi, adanya obat dengan dosis yang tidak tepat, penggunaan obat yang tidak tepat waktu, dan terjadinya Advere Drug Reaction (ADR) seperti efek samping obat, keracunan, reaksi alergi makanan. Telah dilakukan penelitian pada pasien anak penderita ISPA yang berobat ke UPTD Puskesmas Nanggung yang bertujuan untuk mengevaluasi ada atau tidaknya kejadian DRP’s. penelitian ini dilakukan secara retrospektif dan kejadian DRP’s yang dievaluasi sebanyak 308 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil eveluasi menunjukan 97 kasus yang meliputi 1,6% kasus indikasi tanpa terapi atau 5 kejadian, 1,6% kasus terapi tanpa indikasi atau 5 kejadian, 27,3% kasus dosis subteraupetik atau 84 kejadian dan 1% 4 kasus kegagalan menerima obat atau 3 kejadian.

FORMULASI MINUMAN SARI PEPAYA (Carica papaya L.) PROBIOTIK UNTUK MENURUNKAN KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) JANTAN GALUR SPRAGUE DAWLEY

No: 377 Minuman probiotik dapat digunakan sebagai terapi antihiperkolesterolemia. Salah satu bahan potensial untuk minuman probiotik yaitu pepaya (Carica papaya L.) yang dapat difermentasi menggunakan bakteri asam laktat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh formula kultur campuran bakteri asam laktat yang tepat untuk memproduksi minuman sari pepaya probiotik yang mampu menurunkan kadar kolesterol total pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Sprague Dawley. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Pangan Pusat Penelitian Biologi LIPI. Sari pepaya difermentasi menggunakan formulasi kultur campuran bakteri asam laktat yang berbeda, terdiri dari A=Lactobacillus bulgaricus:Lactobacillus acidophilus:Streptococcus thermophilus; B=Lactobacillus plantarum: Lactobacillus acidophilus: Streptococcus thermophilus; C=Lactobacillus casei:Lactobacillus acidophilus: Streptococcus thermophilus. Hewan uji dikelompokkan ke dalam tiga kelompok yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif dan minuman sari pepaya probiotik yang masing-masing kelompok terdiri dari sembilan ekor tikus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula minuman sari pepaya probiotik menggunakan kultur campuran A berdasarkan parameter pH, total asam laktat dan total bakteri asam laktat. Setelah dilakukan uji aktivitas penurunan kolesterol total, maka didapatkan hasil bahwa minuman sari pepaya probiotik dapat menurunkan kadar kolesterol tinggi menjadi normal dengan persentase penurunan sebesar 17,51%. Minuman sari pepaya probiotik dapat diaplikasikan untuk terapi antihiperkolesterolemia pada manusia dengan dosis sebesar 55,56 ml per hari.

UJI MUTU FISIK DAN EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN TURI (Sesbania grandiflora Pers.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus) GALUS SPRAGUE DAWLEY

No: 376 Luka menyebabkan rasa tidak nyaman pada kulit sehingga saat terjadi luka orang akan segera mengobati lukanya baik menggunakan obat sintetik maupun obat tradisional. Daun turi (Sesbania grandiflora Pers.) mengandung senyawa saponin dan tanin yang dapat berkhasiat sebagai penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk menguji mutu fisik sediaan gel yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar, uji viskositas, uji pH dan uji stabilitas sediaan serta menguji efektivitas sediaan gel ekstrak etanol daun turi terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan. Sampel uji dalam penelitian ini adalah ekstrak kental etanol daun turi yang diperoleh dengan cara maserasi dan diformulasikan dalam bentuk sediaan gel. Hasil penelitian menunjukkan sediaan gel ekstrak etanol daun turi berwarna hijau kecoklatan, berbentuk gel yang homogen, memiliki pH 6 - 6,5, dan memiliki daya sebar gel yang baik. Efektivitas penyembuhan luka sayat dari sediaan gel ekstrak etanol daun turi dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% tidak berbeda nyata dengan kelompok kontrol positif.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KEMANGI (Ocimum americanum L.) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes SECARA IN VITRO

No: 375 Jerawat merupakan suatu penyakit kulit yang disebabkan karena adanya sumbatan pada saluran kelenjar minyak dan infeksi oleh bakteri Propionibacterium acnes. Ekstrak etanol 70% daun kemangi sudah diketahui berpotensi sebagai antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik sediaan gel dan aktivitas antibakteri sediaan gel ekstrak etanol 70% daun kemangi (Ocimum americanum L.) terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Pada penelitian ini ekstrak etanol 70% daun kemangi diformulasikan kedalam bentuk sediaan gel dengan berbagai konsentrasi ekstrak yaitu 45%, 55%, dan 55% kemudian diuji mutu fisiknya meliputi: uji organoleptik, pH, daya sebar, dan viskositas. Sediaan gel kemudian diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi agar sumuran. Berdasarkan hasil penelitian gel ekstrak etanol 70% daun kemangi memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat sebesar 5,20 mm (konsentrasi ekstrak 45%), 6,06 mm (konsentrasi ekstrak 50%) dan 7,13 mm (konsentrasi ekstrak 55%). Pada penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol 70% daun kemangi semakin tinggi diameter zona hambat.

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) SEBAGAI OBAT LUKA BAKAR PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) GALUR Sprague Dawley DALAM SEDIAAN GEL

No: 374 Luka bakar adalah luka yang terjadi akibat sentuhan permukaan tubuh dengan benda-benda yang menghasilkan panas baik kontak secara langsung maupun tidak langsung. Luka bakar mengakibatkan tidak nyaman dan sensasi terbakar pada kulit, oleh karena itu diperlukan pengobatan untuk meringankan efek yang ditimbulkan tersebut. Tanin merupakan salah satu senyawa kimia yang terdapat dalam daun bayam merah. Tanin memiliki khasiat sebagai penyamak kulit sehingga efektif digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik dan efektivitas ekstrak etanol daun bayam merah yang diformulasikan dalam sediaan gel dalam mempercepat penyembuhan luka bakar. Ekstrak diperoleh dengan cara maserasi selama 3x24 jam dengan 3x penyaringan lalu dipekatkan dengan Rotary Evaporator. Ekstrak pekat dibuat dalam bentuk sediaan gel dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15% . Selanjutnya diaplikasikan pada hewan uji yang menderita luka bakar tipe II. Data pengamatan selama 14 hari kemudian dianalisis dengan metode One Way Anova dan menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bayam merah yang dibuat dalam sediaan gel memiliki aktivitas mempercepat penyembuhan luka bakar ditandai dengan perbedaan nyata antara kontrol negatif dengan kelompok perlakuan dan efektif pada konsentrasi 15%.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SARI BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) YANG DIFERMENTASI OLEH Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus plantarum, dan Streptococcus thermophillus

No: 373 Buah pepaya memiliki banyak manfaat salah satunya sebagai antioksidan karena mengandung betakaroten, vitamin C, dan likopen. Antioksidan mempunyai peranan penting dalam tubuh untuk menstabilkan radikal bebas dan fermentasi dapat meningkatkan aktivitas antioksidan yang terdapat dalam suatu bahan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan dari sari buah pepaya (Carica papaya L.) yang difermentasi oleh bakteri kultur tunggal (Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus plantarum, dan Streptoccocus thermophilus) serta kultur campuran (Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus plantarum, dan Streptoccocus thermophilus) dengan perbandingan 1:1:1 menggunakan metode DPPH. Sari buah pepaya difermentasi menggunakan bakteri kultur tunggal dan kultur campuran dengan waktu inkubasi selama 12 jam dan 24 jam. Hasil fermentasi diuji aktivitas antioksidan dengan mereaksikan sampel dengan reagen DPPH kemudian diukur menggunakan sprektrofotometer UV-Vis. Hasil fermentasi selama 12 jam oleh kultur tunggal bakteri Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus plantarum, Streptoccocus thermophilus, kultur campuran, dan kontrol berturut-turut memiliki persen inhibisi sebesar 59,3012%, 47,5016%, 76,8574%, 77,3517% dan 43,9604%. Sedangkan hasil fermentasi selama 24 jam berturut-turut memiliki persen inhibisi sebesar 63,4764%, 49,7840%, 78,2071%, 79,6802% dan 47,3414%. Hasil persentase inhibisi tertinggi diperoleh sebesar 79,6802%. Berdasarkan hasil analisis SPSS one way Anova dengan uji lanjut Duncan, aktivitas antioksidan antara kontrol dan hasil fermentasi memiliki perbedaan yang signifikan (α < 0,05).

ANALISIS EFEKTIVITAS OBAT ANTI TUBERKULOSIS KOMBINASI DOSIS TETAP (KDT) DAN KOMBIPAK/TERPISAH DENGAN BTA POSITIF FASE INTENSIF DI POLI PARU RUMAH SAKIT PARU DR. M. GOENAWAN PARTOWIDIGDO BOGOR PERIODE TAHUN 2016

No: 372 Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit infeksi yang sering menimbulkan kematian di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Obat anti tuberkulosis (OAT) yang digunakan di Indonesia adalah OAT KDT/FDC dan OAT kombipak/terpisah. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui analisis efektivitas terapi pemakaian OAT KDT/FDC dan OAT kombipak/terpisah fase intensif pada pasien dengan BTA positif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Pengambilan data secara retospektif dari data rekam medik pasien. Subjek penelitian adalah yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi yaitu 42 pasien untuk menilai efektivitas terapi OAT KDT dan kombipak. Kriteria inklusi adalah pasien paru dengan BTA positif yang menerima terapi OAT KDT dan kombipak pada periode Januari-Desember 2016 di poli paru RS Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo Bogor. Efektivitas diukur dengan menghitung jumlah pasien yang sembuh setelah pemberian OAT KDT dan kombipak. Hasil penelitian menunjukan bahwa efektivitas terapi yang paling besar terdapat pada pasien yang menggunakan OAT kombipak, dari uji analisis chi-square angka signifikansi 0,045 (p<0,05) didapatkan adanya perbedaan yang signifikan antara kesembuhan dengan obat anti tuberkulosis yang di gunakan sehingga dapat disimpulkan OAT kombipak cenderung memberi kesembuhan (95,2%) yang lebih tinggi dibandingkan dengan OAT KDT (66,7%). Kesimpulan dari penelitian iniadanya hubungan yang bermakna antara penggunaan OAT KDT dan OAT kombipak pada pasien paru BTA positif.

EVALUASI PENERAPAN UNIT DOSE DISPENSING SYSTEM DI RUANG RAWAT INAP LILY RSIUD CIAWI BOGOR PERIODE OKTOBER-DESEMBER 2016

No: 371 Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan rawat gawat darurat. Faktor penting dalam pengembangan pelayanan rumah sakit adalah bagaimana meningkatkan mutu pelayanan. Pengelolaan perbekalan farmasi memegang peranan yang penting dalam pelayanan di rumah sakit. RSUD Ciawi sudah melaksanakan sistem distribusi obat rawat inap dengan unit dose dispensing system sejak awal tahun 2016 pada ruang rawat inap Lily. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran penerapan unit dose dispensing system di ruang rawat inap Lily. Metode penelitian yang dilakukan secara deskriptif analitik melalui pendekatan kuantitatif dengan data retrospektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan perbekalan farmasi khususnya dalam penerapan unit dose dispensing system terbukti efektif dan efisien. Disarankan kepada manajemen RSUD Ciawi agar unit dose dispensing system ini bisa diterapkan di ruangan rawat inap yang lain.

UJI TOKSISITAS PARTISI EKSTRAK BONGGOL NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) DENGAN METODE Brine Shrimp Lethality Test TERHADAP LARVA UDANG (Artemia salina Leach)

No: 370 Bonggol Nanas dengan nama latin (Ananas comosus (L.) Merr) merupakan salah satu tanaman yang mempunyai potensi sebagai obat antikanker, karena mengandung beberapa senyawa bahan alam seperti flavonoid. Senyawa flavonoid yang terkandung dalam bonggol nanas diduga berpotensi sebagai antikanker. Untuk mengetahui potensi antikanker bonggol nanas perlu dilakukan uji toksisitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas partisi ekstrak bonggol nanas dengan menggunakan pelarut air-etanol, etil asetat dan n-heksana. Proses ekstraksi bonggol nanas meliputi maserasi dan partisi. Penentuan uji toksisitas bonggol nanas dengan metode Brine Shrimp Lethality Test menggunakan hewan uji Artemia salina Leach. Parameter yang diukur adalah nilai LC50 (Lethal concentration). Dengan deret pemberian konsentrasi sebesar 0, 10, 100, 500 dan 1000 ppm. Dari hasil penelitian didapat nilai LC50 fraksi airetanol sebesar 78,68 ppm, fraksi etil asetat sebesar 210,40 ppm dan fraksi nheksana sebesar 312,89 ppm. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi airetanol termasuk dalam kategori sangat toksik, fraksi etil asetat termasuk dalam kategori sangat toksik, danfraksi n-heksana termasuk dalam kategori toksik. Pemberian hasil partisi yakni fraksi air-etanol, etil asetat dan n-heksana bonggol nanas pada penelitian ini menunjukkan adanya potensi toksisitas terhadap larva udang Artemia salina Lecah.