Sebanyak 1914 item atau buku ditemukan

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN SABUN KERTAS MENGANDUNG MINYAK ATSIRI NILAM (Pogostemon cablin Benth) DAN MINYAK ATSIRI SERAI WANGI (Cymbopogon nardus)

No.143 Sabun kertas adalah salah satu jenis sabun padat yang umumnya digunakan sebagai sabun cuci tangan sekali pakai. Penambahan zat aktif pada sabun kertas yaitu Minyak Atsiri Nilam (Pogostemon cablin Benth) dan Minyak Atsiri Serai Wangi (Cymbopogon nardus) yang mampu menghambat aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mutu fisik sabun kertas berdasarkan SNI 3532:2016, serta daya hambat terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan metode difusi cakram dan menggunakan dettol cair (chloroxylenol 4,8% w/v) sebagai kontrol positif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratorium yang dikaji secara kuantitatif. Perbandingan konsentrasi minyak atsiri nilam dan serai wangi pada formulasi sabun kertas adalah F1= basis, F2= 2:1, F3= 1:1, F4= 1:2. Parameter yang diuji meliputi organoleptik, susut pengeringan, pH, asam lemak bebas/alkali bebas, bahan tak larut dalam etanol, lemak tak tersabunkan, stabilitas busa, hedonik, dan aktivitas antibakteri. Hasil mutu fisik berdasarkan SNI 3532:2016 yang terbaik adalah sediaan F4= (n:sw 1:2), kecuali pada kadar lemak tak tersabunkan. Sedangkan hasil nilai hedonik secara umum perlakuan F4 dengan nilai skor sebesar 3,30. Hasil uji aktivitas antibakteri perlakuan F2= (n:sw 2:1) mempunyai daya hambat terhadap s.aureus tertinggi sebesar 15,87 mm sedangkan daya hambat terhadap e.coli tertinggi terdapat pada F4= (n:sw 1:2) sebesar 15,33 mm. Dari hasil analisis statistik bahwa sediaan sabun kertas minyak atsiri nilam dan serai wangi mempunyai pengaruh terhadap aktivitas antibakteri terhadap S.aureus dan E.coli

INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS SEMPUR KOTA BOGOR

No.142 Pandemi Covid-19 telah melanda Indonesia semenjak awal tahun 2020 sesuai Keppres Nomor 20 Tahun 2020. Dampaknya dirasakan oleh berbagai bidang tidak terkecuali pada bidang kefarmasian yaitu pelayanan kefarmasian puskesmas sempur kota bogor. Sebagai bagian dari algorimerasi Jabotabek yang merupakan episentrum Covid-19. Pemerintah menggunakan berbagai cara untuk menekan jumlah kasus Covid-19 yaitu dengan kebijakan Work From Home (WFH). Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan deskriptif menggunakan analis kuantitatif. Populasi yaitu selama 2 bulan sebanyak 2,950 pasien yang berobat dipuskesmas dengan resep racikan dan non racikan, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sejumlah 150 responden metode dalam mengumpulkan data menggunakan kuesioner pada bulan Febuari sampai april 2021. Penelitian dilakukan ketika pandemi Covid-19 Berlangsung sehingga peneliti tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19. Hasil pada penelitian ini memperlihatkan persentase paling besar yaitu jenis kelamin perempuan sebesar 79%, berusia 26 sampai 45 tahun sebesar 51%, berpendidikan SMA/K sebesar 45%, dan pekerjaan sebagian ibu rumah tangga sebesar 53%. IMS terhadap persepsi kualitas pelayanan kefarmasian yaitu 95 dengan mutu pelayanan dan kinerja unit pelaksanaan kefarmasian yang sangat baik di puskesmas sempur kota bogor

EVALUASI KELENGKAPAN RESEP DI APOTEK GYSEL BOGOR

No.141 Penelitian tentang evaluasi kelengkapan resep di apotek Gysel sangat penting dilakukan karena ditempat tersebut masih banyak resep yang tidak lengkap. Kelengkapan resep dilakukan untuk mencegah medication erroridan menjamin legalitas resep. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif secara retrospektif dengan teknik pengambilan sampel menggunakaniTotal iSampling. Dari ihasil penelitian evaluasi klengkapan resep yakni inama idokter (15,20%),alamat dokter (47,20%), no. Telepon dokter (51,20%), No.SIP dokter (71,20 %), tanggal resep (20%),tanda iR/ irecipe (100%), nama obat (100%) tanda cara pakai (100%),tanda tangan dokter (69,90%). Dapat disimpulkan bahwa masih banyak ditemui resep yang tidak memenuhi iaspek kelengkapan resep berdasarkan literatur yang berlaku dan memperlihatkan kelengkapan iresep idi Apotek iGysel masih belum lengkap

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN SABUN CAIR EKSTRAK ETANOL 96% BONGGOL NANAS (Ananas comosus (L.) (Merr) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

No.795 Bonggol nanas merupakan jenis limbah nanas yang jarang dikonsumsi oleh masyarakat umum. Flavonoid, saponin, dan tanin merupakan zat antibakteri yang terdapat pada bonggol nanas. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan sabun cair ekstrak bonggol nanas dan menguji sifat antibakterinya. Ekstrak bonggol nanas dibuat melalui proses maserasi dengan pelarut etanol 96% Uji aktivitas antibakteri meliputi tiga kelompok perlakuan dengan konsentrasi 60%, 70%, dan 80%, serta dua kelompok kontrol dengan kontrol positif (Dettol) dan kontrol negatif (akuades steril). Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram. Aktivitas antibakteri ekstrak bonggol nanas dan formulasi sabun cair terhadap Staphylococ- cus aureus ditunjukkan pada semua konsentrasi. Aktivitas antibakteri terkuat ter- dapat pada ekstrak bonggol nanas pada konsentrasi 80% dengan diameter rata-rata 11,70 mm pada ekstrak dan 10,51 mm pada sediaan sabun cair sehingga termasuk dalam kategori kuat. Analisis data menggunakan ANOVA dan uji Duncan menun- jukkan perbedaan yang signifikan antara formulasi sabun cair ekstrak bonggol nanas dan ekstrak bonggol nanas terhadap Staphylococcus aureus. Berdasarkan hasil zona bening dapat disimpulkan bahwa setelah pembuatan sabun cair aktivitas antibakteri ekstrak bonggol nanas menurun

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN IDENTIFIKASI METABOLIT DARI YOGURT SARI KACANG KEDELAI (Glycine max (L.) Merill)

No.794 Antioksidan adalah senyawa yang dapat mengimbangi atau mengurangi efek negatif oksidan pada tubuh. Kedelai (Glycine max (L.) Merill) merupakan tanaman berprotein tinggi dan sumber antioksidan alami. Senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan pada kedelai adalah isoflavon. Tujuan penelitian ini menentukan aktivitas antioksidan yogurt sari kedelai terhadap DPPH (2,2-difenil- 1-pikrilhidrazil) dan mengidentifikasi senyawa metabolit. Kacang kedelai difermentasi dengan starter bakteri Lactobacillus casei Shirota strain, Lactobacillus acidophillus dan kedua campurannya selama 18 jam. Yogurt sari kedelai di uji pH, total asam laktat, total bakteri asam laktat, organoleptik, aktivitas antioksidan terhadap DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) dan identifikasi senyawa metabolit menggunakan instrumen LCMS/MS QTOF (Liquid Chromatography-Mass Spectrometry Quadrupole Time Of Flight). Yogurt sari kedelai yang difermentasi oleh bakteri Lactobacillus casei Shirota strain, Lactobacillus acidophillus dan kedua campurannya memiliki aktivitas antioksidan masing masing sebesar 85,852%, 97,211%, dan 92,394%. Metabolit yang terkandung dalam yogurt sari kedelai adalah daidzin, kaempferol-3-O-ramnosida, rhamnocitrin-3-O-ß-D- glukosida dan uridin

AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL KOMBINASI EKSTRAK AIR DAUN YAKON (Smallanthus sonchifolius (Poepp.) H. Rob.) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni)

No.793 Kolesterol merupakan sterol yang penting karena merupakan bagian struktural membran sel dan komponen pembentuk berbagai hormon steroid, asam empedu dan vitamin D. Banyak tanaman tradisional yang dapat digunkan untuk menurunkan kolesterol dalam tubuh seperti, daun yakon dan daun stevia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas dalam menghambat pembentuk kolesterol ekstrak air daun yakon (Smallanthus sonchifolius (Poepp.) H. Rob.) dan daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni ) baik tunggal atau kombinasi. Ekstrak diperoleh dengan metode infusa. Pengujian antikolesterol dilakukan secara in vitro dengan mengunakan metode spektrofotometer UV-Vis pada λ 672 nm absorbansi yang diperoleh digunakan untuk menghitung % inhibisi dan IC50. Kandungan fitokimia ekstrak air daun yakon antara lain Alkaloid pereaksi Mayer dan dragendrof, Saponin, Flavonoid, Steroid dan Fenol, Sedangkan untuk ekstrak air daun stevia antar lain Alkaloid Pereaksi Mayer dan Dragendroff, Saponin, Tanin, Steroid dan Fenol. Hasil penelitian yang diperoleh dari nilai IC50 ekstrak tunggal daun yakon sebesar 55,16ppm dan daun stevia sebesar 305,73ppm. Sedangkan untuk kombinasi 1:1, 1:6, dan 6:1 ekstrak air daun yakon dan daun stevia diperoleh nilai IC50 sebesar 49,90ppm, 41,54ppm dan 134,33ppm

HUBUNGAN MUTU PELAYANAN FARMASI TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI KLINIK PRO EMERGENCY CIBINONG

No.792 Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi penyediaan obat yang bermutu dengan maksud mencapai hasil yang untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan farmasi terhadap kepuasan pasien rawat jalan di Klinik Pro Emergency cibinong, menggunakan metode prosfektif non eksperimental dan pengamatan langsung terhadap petugas farmasi dengan pengumpulan data berupa kuesioner, jumlah sampel dihitung berdasarkan metode slovin dengan jumlah sampel 62 pasien. Hasil data sosiodemografi pasien laki – laki sebanyak 58%, rata – rata usia pasien terbanyak 35-45 tahun yaitu 29%, pendidikan terbanyak yaitu perguruan tinggi sebanyak 45%, dan pekerjaan terbanyak yaitu pegawai swasta sebanyak 42%. Resep jadi sebanyak 78% dan obat racikan sebanyak 19%, berdasarkan etiket dan label dengan nilai 5 sebanyak 95%, dan berdasarkan pengetahuan pasien dengan nilai 3 sebanyak 95%. Kepuasan yang paling banyak adalah puas yaitu dimensi kehandalan sebesar 69%, dimensi daya tanggap sebesar 55%, dimensi jaminan sebesar 60%, dimensi empati sebesar 52%, dan dimensi wujud nyata sebesar 78%. Hubungan mutu pelayanan farmasi terhadap kepuasan pasien dari 5 dimensi kepuasan hanya dimensi kehandalan yang memiliki hubungan yang erat dilihat dari nilai p-value < 0,05 (p-value = 0,012)

TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS KESEHATAN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN FARMASI DI PUSKESMAS BOGOR SELATAN

No.791 Pelayanan kefarmasian merupakan kegiatan terpadu untuk mengidentifikasi, mencegah, dan menyelesaikan masalah obat dan masalah yang berhubungan dengan kesehatan. Kepuasan merupakan perasaaan yang muncul yaitu senang atau kecewa pada seseorang yang telah membandingkan hasil kinerja dan harapan. Pelayanan dan kepuasan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, karena dengan kepuasan pihak terkait dapat saling mengoreksi sejauh mana pelayanan yang diberikan semakin baik atau buruk. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan farmasi di Puskesmas Bogor Selatan. Penelitian ini bersifat non-eksperimental dilakukan secara deskriptif dengan prospektif menggunakan kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien BPJS rawat jalan yang mengambil obat di Instalasi Puskesmas Bogor Selatan periode April-Juni 2021. Sampel penelitian yang diambil secara random sampling yaitu sebanyak 97 orang. Hasil dari penelitian ini kategori jenis kelamin tertinggi perempuan 59 orang (60,8%), usia paling banyak 26-35 tahun (33%), pekerjaan karyawan swasta 30 orang (30,9%), pendidikan SMA 52 orang (53,6%). Tentang tingkat kepuasan pasien di Instalasi Puskesmas Bogor Selatan menunjukkan bahwa kategori tingkat kepuasan yaitu pada dimensi kehandalan sebanyak (79,24%), dimensi ketanggapan (77,7%), dimensi jaminan (80,64%), dimensi empati (79,06%), dan terakhir yaitu dimensi bukti fisik sebanyak (77,55%). Hasil data dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pelayanan kefarmasian pada pasien rawat jalan di Instalasi Puskesmas Bogor Selatan berdasarkan 5 dimensi adalah puas dengan persentase sebanyak (78,84%)

PROFIL METABOLIT EKSTRAK BAKTERI Lactobacillus fermentum B978 DENGAN KROMATOGRAFI GAS- SPEKTROMETER MASSA

No.790 Bakteri asam laktat (BAL) merupakan bakteri yang umum digunakan untuk membuat produk fermentasi yang bersifat fakultatif anaerob yang memiliki efek menguntungkan pada saluran pencernaan. Lactobacillus fermentum B978 merupakan bakteri asam laktat yang bersifat heterofermentatif termasuk bakteri gram positif berbentuk batang, berkoloni, dan tidak terdapat katalase. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan profil metabolit yang terdapat pada bakteri Lactobacillus fermentum B978. Analisis profil metabolit yang dilakukan menggunakan Kromatografi Gas- Spektrometer Massa dan derivatisasinya dengan BSTFA (N,O-bis-(trimetilsilil)-trifluoroasetamid). Suspensi bakteri Lactobacillus fermentum B978 dilakukan sentrifugsi maka didapatkan pemisahan berupa supernatan dan pelet. Supernatan diliofilisasi dengan freeze dry dan Pelet ditambahan pelarut lalu disonikasi. Hasil sonikasi dilakukan sentrifugasi kembali dan supernatan dilakukan ekstraksi pada corong pisah dengan perbandingan pelarut sehingga didapatkan ekstrak air. Selajutnya ekstrak air diliofilisasi dengan freeze dry dan dilakukan analisis metabolit. Hasil analisis profil metabolit dengan GC-MS beserta derivatnya terdapat 8 puncak yang terdeteksi pada metabolit eksogen Lactobacillus fermentum B978 dan terdapat 32 puncak yang terdeteksi pada metabolit endogen Lactobacillus fermentum B978. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa senyawa metabolit yang dihasilkan oleh metabolit endogen Lactobacillus fermentum B978 lebih banyak dibandingkan dengan metabolit eksogen Lactobacillus fermentum B978 yaitu terdapat 7 senyawa metabolit endogen dan 5 senyawa metabolit eksogen

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA KIMIA PENGHAMBAT ENZIM -GLUKOSIDASE DARI FRAKSI AIR DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.)

No.789 Diabetes merupakan penyakit kronis dengan gangguan metabolisme akibat pankreas tidak menghasilkan cukup insulin yang ditandai dengan hiperglikemia. Terapi farmakologi yang digunakan untuk menurunkan kadar glukosa dalam darah salah satunya dengan menghambat kerja enzim -glukosidase sehingga menunda penyerapan glukosa dalam saluran pencernaan. Penggunaan bahan alam yang memiliki potensi sebagai penghambat enzim -glukosidase adalah daun salam yang secara empiris digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa bioaktif dari isolat daun salam yang memiliki aktivitas penghambatan enzim -glukosidase. Penarikan senyawa polar dalam fraksi air daun salam dengan partisi dari ekstrak etanol 96% daun salam, diisolasi menggunakan metode kromatografi dan dilakukan pengujian aktivitas penghambatan enzim -glukosidase. Identifikasi senyawa kimia menggunakan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan panjang gelombang maksimum pada 203,5 nm. Hasil analisis LC-MS/MS didapatkan puncak dengan kelimpahan terbesar dengan bobot molekul ion m/z 413. Kesimpulan senyawa kimia Stigmasterol dalam isolat fraksi air daun salam memiliki aktivitas penghambatan enzim -glukosidase dengan nilai IC50 21,54 ppm