Sebanyak 1914 item atau buku ditemukan

EVALUASI PELAYANAN INFORMASI OBAT UNTUK PASIEN RAWAT JALAN BPJS DI PUSKESMAS BOGOR SELATAN

No.788 Tuntutan pasien dan masyarakat akan peningkatan mutu Pelayanan Kefarmasian, mengharuskan adanya perluasan dari paradigma lama berorientasi kepada produk (drug oriented) menjadi paradigma baru yang berorientasi pada pasien (patient oriented) dengan filosofi Pelayanan Kefarmasian (pharmaceutical care) (Kemenkes, 2016).Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui data sosiodemografi pasien rawat jalan BPJS dan mengetahui hasil persentase dari penelitian kegiatan PIO dan tersampaikannya informasi obat dengan tercapai atau tidaknya berdasarkan nilai keberhasilan indikator mutu di Puskesmas Bogor Selatan. Dilakukan secara prospektif dimulai bulan Maret – Mei 2021. Dengan sampel 97 pasien diperoleh pasien terbanyak yaitu perempuan dengan hasil 72% dan untuk hasil PIO dengan jumlah obat 217 diperoleh hasil yang sudah disampaikan dan mencapai nilai keberhasilan yaitu, nama obat 100% sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 90%, sediaan 94%, sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 90%, dosis 100% sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 100%, cara pakai 100% sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 100%, indikasi 100% sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 100%. Informasi obat yang sudah disampaikan, namun belum mencapai nilai keberhasilan indikator mutu yaitu, penyimpanan 8% belum mencapai hasil keberhasilan sebesar 90%, efek samping 51% belum mencapai nilai keberhasilan sebesar 90%, dan terdapat indikator PIO yang belum disampaikan yaitu, kontraindikasi, stabilitas dan interaksi obat.

KARAKTERISTIK DAN IDENTIFIKASI SENYAWA KIMIA PENGHAMBAT ENZIM α-GLUKOSIDASE DARI FRAKSI AIR DAUN TEH (Camellia sinensis (L.) Kuntze)

No.787 Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit kronis karena pankreas tidak cukup memproduksi insulin sehingga mengakibatkan terjadinya peningkatan kadar glukosa dalam darah. Kadar glukosa darah dapat diturunkan dengan cara menghambat enzim α-glukosidase pada organ pencernaan sehingga menunda proses absorbsi glukosa dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan struktur senyawa kimia dalam fraksi air daun teh (Camellia sinensis (L.) Kuntze) berpotensi sebagai penghambat enzim α-glukosidase. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% kemudian dipartisi dengan etil asetat dan air. Karakteristik senyawa kimia dilakukan dengan metode kromatografi kolom. Pengujian aktivitas enzim α-glukosidase untuk memperoleh %inhibisi terbaik dan IC50 dari fraksi air daun teh untuk selanjutnya dilakukan identifikasi senyawa kimia menggunakan spektrofotometer UV-Vis, dan LC/MS- MS. Kandungan fitokimia fraksi air daun teh antara lain : flavonoid, tannin, saponin, triterpenoid, fenolik, quinon dan glikosida. Hasil penelitian IC50 isolat CSWA-1.1 sebesar 19,37 ppm dan isolat CSWA-1.4 sebesar 17,25 ppm. Berdasarkan serapan spektrofotometer UV-Vis CSWA-1.1 dan CSWA-1.4 terdapat serapan pada λ maksimum 204.5 nm. Hasil LC/MS-MS isolat CSWA-1.1 dengan waktu retensi 5,09 menit dengan bobot molekul 195,0907 m/z diduga senyawa kafein, sedangkan CSWA-1.4 dengan waktu retensi 1,37 menit dengan bobot molekul 136,0655 m/z diduga senyawa adenin

YOGURT SARI KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) DENGAN PENAMBAHAN SARI JAHE MERAH (Zingiber officinale Rosc.) SEBAGAI PENGHAMBAT RADIKAL BEBAS DPPH

No.786 Yogurt merupakan hasil fermentasi dari bakteri asam laktat yaitu Lacbobacillus casei Shirotta strain dan Lactobacillus acidophillus. Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan tumbuhan yang memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi. Pada penelitian menggunakan yogurt sari kacang hijau penambahan jahe merah yang menggunakan starter bakteri berbeda dengan konsenstrasi Lacbobacillus casei Shirotta strain 1,5% : Lactobacillus acidophillus 1,5%; Lacbobacillus casei Shirotta strain 3%; dan Lactobacillus acidophillus 3%. Yogurt sari kacang hijau penambahan jahe merah yang diperoleh di uji karakteristik minuman probiotik, uji total fenol, uji aktivitas antioksidan dan uji organoleptik. Aktivitas antioksidan yogurt sari kacang hijau penambahan jahe merah pada penelitian ini diperoleh 65,63%-92,08%. Total fenol yogurt sari kacang hijau penambahan jahe merah 236,96-262,38 gram/ml. Berdasarkan uji fenol dan uji antioksidan dengan metode peredaman radikal bebas dengan DPPH maka yogurt sari kacang hijau penambahan jahe merah memiliki aktivitas antioksidan

POTENSI SENYAWA ALKALOID SEBAGAI ANTIDIABETES BERDASARKAN MOLEGRO VIRTUAL DOCKER

No.773 Diabetes Melitus (DM) ialah penyakit metabolik kronis yang timbul saat tubuh tidak dengan cukup melakukan produksi insulin atau saat tubuh tidak bisa memanfaatkan insulin yang di produksi dengan efektif. Beberapa penelitian secara in vitro ataupun in vivo memperlihatkan dimana senyawa alkaloid mempunyai aktivitas sebagai antidiabetes. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan senyawa alkaloid yang memiliki Rerank Score terbaik dan mengetahui aktivitas farmakokinetika sertia toksisitas senyawa alkaloid sebagai kandidat obat antidiabetes. Prediksi sifat fisikokimia mengacu pada Lipinski rule's serta dilihat dari hasil farmakokinetika menggunakan pkCSM online tool, prediksi toksisitas senyawa menggunakan Toxtree dan prediksi interaksi ligan dengan reseptor menggunakan Molegro Virtual Docker (MVD). Dilaksanakan validasi dengan parameter valid apabila nilai RMSD < 2Å. Protein reseptor diabetes yang dimanfaatkan ialah 3L4W, 2RGU, 4A79, 1ECV dan 1V4S. Hasil penelitian menunjukkan reseptor 3L4W, 2RGU, 4A79, 1ECV dan 1V4S dinyatakan valid dan memiliki nilai RMSD < 2Å. 30 senyawa alkaloid memenuhi aturan Lipinski dan dilanjutkan proses docking. Dari 30 senyawa alkaloid tersebut, senyawa squamosamide, mahanine dan pandamarilactonine A mempunyai aktivitas lebih baik dibandingkan native ligand dikarenakan mempunyai nilai Rerank Score yang paling rendah. Ketiga senyawa memiliki aktivitas farmakokinetika yang baik serta toksisitas masuk ke dalam kelas 3 yang artinya dapat menyebabkan toksik bila digunakan dalam dosis tinggi

EKSTRAK ETANOL DARI LIMBAH JAMU SEBAGAI ANTIOKSIDAN

No.774 Limbah ekstrak jamu adalah salah satu hasil samping dari proses produksi industri farmasi obat tradisional. Proses penanganan limbah adalah dengan melakukan pembuangan limbah ke tempat pembuangan akhir, namun dengan meneliti lebih lanjut dari kandungan yang masih terdapat pada limbah, limbah dapat dimanfaatkan lebih optimal sebelum dibuang. Salah satu manfaat yang dapat diteliti adalah daya antioksidan. Limbah ekstrak jamu diekstrak dengan 3 jenis konsentrasi dari etanol yaitu etanol 30%, etanol 70% dan etanol 96% untuk mendapatkan ekstrak yang mengandung sisa zat yang terkandung didalamnya. Kemudian dengan dilakukan uji kualitatif antioksidan metode KLT (Kromatografi lapis tipis), didapatkan hasil yang positif menunjukkan daya antioksidan yaitu terbentuknya bercak berwarna kuning pada plat KLT setelah disemprotkan dengan DPPH (1-1- diphenyl-2-picrylhidrazyl). Kemudian dengan melalukan uji kuantitatif antioksidan secara spektrofotometri, didapatkan nilai daya antioksidan IC50 terbaik yaitu 169,74 ppm (μg/mL) terdapat pada ekstrak kental dari ekstrak limbah jamu dengan menggunakan etanol 96%. Kemudian ekstrak kental yang memiliki daya antioksidan tinggi pada uji kuantitatif dilakukan uji lebih lanjut dan mendapatkan hasil yaitu uji flavonoid total sebesar 24,6139 mgQE/g ekstrak dan uji fenol total sebesar 52,1300 mgGAE/g ekstrak

KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) DI PUSKESMAS MULYAHARJA

No.775 Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab kematian pada anak berusia lima tahun setiap tahunnya. Evaluasi ketepatan pada penggunaan obat khusunya pasien yang terdiagnosa ISPA perlu mendapatkan perhatian khusus agar tidak terjadi ketidakrasionalan pada penggunaan obatnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui obat-obat ISPA dan mengevaluasi ketepatan indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi dan lama pemberian dengan metode penelitian secara deskriptif dan pengambilan data secara retrospektif. Hasil obat-obatan ISPA yang digunakan yaitu Amoxicillin (14%), terapi penunjang yang digunakan yaitu Paracetamol (83%), Dexamethason (1%), dan Klorfeniramine maleat (2%). Ketepatan Indikasi (98%), tepat obat (98%), tepat dosis (100%), tepat frekuensi (100%), tepat lama pemberian (37%)

ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN TERHADAP BEBAN KERJA DI DEPO RAWAT INAP INSTALASI FARMASI RSUD CIAWI

No.776 Seiring dengan adanya peningkatan jumlah resep yang dilayani di Depo Rawat Inap RSUD Ciawi, serta adanya peningkatan kasus Covid-19 yang semakin bertambah, mengakibatkan tenaga teknis kefarmasian mengalami kesulitan dalam memberikan pelayanan, karena jumlah pasien melonjak dalam waktu singkat. Beban kerja yang berlebih memicu kelelahan dan kurangnya konsentrasi pegawai dalam menjalankan pelayanan kefarmasian. Hal ini akan mengakibatkan penurunan mutu pelayanan di Depo Rawat Inap RSUD Ciawi serta meningkatnya angka medication errors. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan tenaga teknis kefarmasian di Depo Rawat Inap RSUD Ciawi Berdasarkan beban kerjanya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan sampel seluruh aktifitas tenaga teknis kefarmasian. Teknik pengumpulan data diperoleh dari observasi work sampling. Data dianalisis menggunakan metode WISN (Workload Indicator Staffing Need). Hasil penelitian menunjukan aktifitas produktif langsung sebesar 65,05% dan kegiatan produktif tidak langsung sebesar 15,13% sehingga total Beban Kerja di Depo Rawat Inap RSUD Ciawi yaitu 80,18% dengan kategori tekanan beban kerja tinggi. Jumlah tenaga teknis kefarmasian saat ini 7 orang dengan perbandingan kenyataan dan kebutuhan (ratio) tenaga adalah 0,76 yang menunjukan jumlah kebutuhan tenaga teknis kefarmasian tidak sesuai dengan beban kerja dan membutuhkan 2 orang tenaga teknis kefarmasian agar pelayanan kefarmasian dapat berjalan dengan optimal

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANEMIA PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSUD CIAWI

No.777 Seiring dengan adanya peningkatan jumlah pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Ciawi periode Oktober – Desember 2020. Prevelensi dari data rekam medik penyakit penyakit ginjal kronik masuk ke dalam kategori 10 daftar penyakit terbesar pada urutan ke 7. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pola penggunaan obat anemia dan mengevaluasi penggunaan obat anemia pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa yang dilihat dari empat aspek ketepatan yaitu, tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat dan tepat dosis. Penelitian ini bersifat observasional dengan pengumpulan data secara restrospektif melalui rekam medik pasien RSUD Ciawi periode Oktober- Desember 2020. Hasil penelitian pada kelompok usia 46-55 tahun yang paling mendominasi, yaitu berjumlah 27 pasien (36,49%). Jika dilihat dari jenis kelamin lebih banyak terjadi pada laki-laki 45 pasien (60,81%) dibandingkan perempuan 29 pasien (39,19%). Pada pola penggunaan obat anemia lebih banyak jenis terapi kombinasi (90,54%) dibandingkan jenis terapi tunggal (9,46%). Obat yang digunakan Epoetin alfa, Transfusi PRC, Asam Folat, Iron Sucrose, SF dan Neurobion 5000 injeksi. Evaluasi penggunaan obat anemia dilihat dari empat aspek ketepatan yaitu tepat pasien (100%), tepat indikasi (100%), tepat obat (85,14%) dan tepat dosis (100%)

ANALISIS KOMPUTASI SENYAWA TURUNAN FLAVONOID DARI TANAMAN YANG MEMILIKI AKTIVITAS ANTIDIABETES

No.778 Flavonoid adalah senyawa organik yang mudah ditemui pada tanaman. Beberapa studi dilakukan dengan metode yang berbeda hasilnya senyawa turunan flavonoid menunjukkan efek hipoglikemik. Uji in silico atau komputasi dapat digunakan untuk menganalisa interaksi beberapa zat alami turunan flavonoid yang memiliki aktivitas antidiabetes. Molegro Virtual Docker dapat digunakan untuk mengetahui aktivitas dari senyawa organik. Nilai yang dihasilkan berupa Rerank Score (RS). Semakin kecil nilai RS maka aktivitasnya semakin baik atau stabil. Hasil RS terbaik pada mekanisme antidiabetes inhibitor α-glukosidase, DPP4 inhibitor dan PPAR-γ dimiliki senyawa malvidin (Anggur merah) dengan nilai RS -87,5545 kkal/mol, -97,1588 kkal/mol dan -121,045 kkal/mol. Glukokinase dimilki oleh senyawa krisoeriol (Bunga Crysanthymum) dengan nilai -98,9151 kkal/mol. Sedangkan, pada mekanisme PTB-1B dimilki oleh senyawa trisetin (Bunga Pomegranate) dengan nilai -98,9151 kkal/mol

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA MASA KEHAMILAN PASIEN RAWAT JALAN DI KIA TIARA BUNDA SUKABUMI PERIODE MEI - JUNI 2020

No.779 Kehamilan, persalinan, dan menyusui merupakan proses fisiologi yang perlu dipersiapkan oleh wanita. Penggunaan obat pada ibu hamil perlu mendapatkan perhatian, karena banyak obat dapat melintasi plasenta sehingga dapat mempengaruhi janin. Obat mengalami proses biotransformasi didalam plasenta, dimana obat tersebut dapat bersifat menguntungkan dan juga dapat membentuk senyawa yang reaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah penggunaan obat pada ibu hamil dan resiko obat terhadap janin menurut kategori FDA (Food and Drug Administration). Penelitian ini bersifat observasional dengan pengumpulan data sekunder dilakukan secara retrospektif dari data rekam medik pasien rawat jalan di KIA Tiara Bunda Sukabumi Periode Mei-Juni 2020. Hasil penelitian dari kategori usia pasien ibu hamil yakni kelompok usia 20-35 tahun dengan jumlah pasien sebanyak 80 pasien (83,33%). Pada kategori fase kehamilan terbanyak yang memeriksakan kehamilan yaitu pada trimester ketiga sebanyak 39 kasus (40,63%), kategori diagnosa penyakit yaitu pada keluhan abortus Imminens sebanyak 15 keluhan (15,63%). Pada kelas terapi obat dan golongan obat yang paling banyak digunakan adalah obat vitamin dan mineral sebesar 131 obat (51,57%). Cara pemberian obat yang paling banyak digunakan secara oral sebesar 238 (93,70%), dan kategori resiko menurut FDA yaitu kategori A sebesar (51,57%).