Sebanyak 195 item atau buku ditemukan

evaluasi drug related problems (DRP's) penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada pasien pediatri di puskesmas cipaku bandung periode Juli-Desember 2017

No. 427 Drug Related Problems (DRP’s) merupakan kejadian yang tidak diinginkan yang menimpa penderita dengan terapi obat. Dalam pemberian terapi obat kepada penderita seorang farmasis diharapkan dapat mengidentifikasi masalah-masalah yang berkaitan dengan penggunaan obat DRP’s baik yang telah terjadi atau berpotensi terjadi. Identifikasi DRP’s dalam pengobatan penting dalam rangka mengurangi kematian serta biaya terapi. Beberapa jenis masalah yang berhubungan dengan obat yaitu adanya penyakit yang tidak terobati, adanya obat yang tidak memiliki indikasi, adanya obat dengan dosis yang tidak tepat, penggunaan obat yang tidak tepat waktu, dan terjadi Advere Drug Reaction (ADR) seperti efek samping, keracunan, reaksi alergi makanan. Telah dilakukan penelitian pada pasien pediatri penderita infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang berobat ke Puskesmas Cipaku Bandung yang bertujuan untuk mengevaluasi ada atau tidaknya kejadian DRP’s, penelitian ini dilakukan secara retrospektif dan kejadian DRP’s yang dievaluasi sebanyak 222 pasien yang memenuhi kategori inklusi. Hasil evaluasi menunjukan 39 kasus yang meliputi diantaranya DRP’s terbanyak terjadi pada kasus dosis subteraupetik 28 kejadian (12,6%), indikasi tanpa terapi 4 kejadian (1,8 %), terapi tanpa indikasi 5 kejadian (2,3 %), dan kegagalan menerima obat 2 kejadian (0,9 %).

gambaran insiden kejadian nyaris cedera fase prescribing dan dispensing di depo rawat jalan instalasi farmasi RSUD cimacan

No. 426 Keselamatan pasien merupakan bagian penting dalam meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. Kejadian Nyaris Cedera di fasilitas kesehatan merupakan terjadinya insiden yang belum sampai terpapar ke pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya Kejadian Nyaris Cedera pada pelayanan resep Depo Rawat Jalan, dan untuk mengetahui gambaran Kejadian Nyaris Cedera di Depo Rawat Jalan IFRS RSUD Cimacan. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara prospektif yang dilakukan pada 227 lembar resep di Poli Rawat Jalan IFRS RSUD Cimacan. Hasil penelitian menunjukkan adanya Kejadian Nyaris Cedera pada pelayanan resep Depo Rawat Jalan, Kejadian Nyaris Cedera tahap prescribing pada identitas pasien 17,18%, kesalahan nama obat 0%, tidak ada sediaan obat 0,44%, dosis tidak jelas 4,85%, tidak ada/salah jumlah obat 3,96%, signa tidak jelas 7,49%. Tahap dispensing pada penyiapan obat 2,64%, etiket yang salah 3,08% dan pada informasi obat 0%.

perbandingan efek samping obat anti tuberkulosis kombinasi dosis tetap (KDT) dan kombipak kategori I pada pasien TB paru di RSUD sekarwangi sukabumi

No. 425 Obat Anti Tuberulosis (OAT) kategori 1 yang digunakan di Indonesia terdiri dari dua jenis yaitu kombinasi dosis tetap dan kombipak. Masalah yang timbul dari penggunaan OAT tersebut diantaranya efek samping baik yang ringan maupun berat, serta keadaan yang memerlukan perhatian khusus seperti pasien yang mengalami Drug Induced Hepatitis (DIH). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efek samping dan tingkat DIH yang terjadi pada pasien yang menggunakan OAT kombinasi dosis tetap dan kombipak. Penelitian ini bersifat retrospektif observasional dengan teknik sampling menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh jumlah sampel 130 orang. Instrumen penelitian menggunakan data dari rekam medis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Mann Whitney pada tingkat kemaknaan 95% (P<0,05). Hasil penelitian pada perbandingan efek samping diperoleh hasil nilai P=0,220 dan Tingkat DIH diperoleh nilai P = 0,223. Kesimpulan tidak terdapat perbedaan efek samping dan tingkat DIH yang signifikan pada pengguna OAT Kombinasi Dosis Tetap dan Kombipak Kategori 1.

evaluasi penggunaan obat antipsikotik pada pasien skizofrenia di instalasi rawat jalan rumah sakit umum daerah cimacan cianjur

No. 424 Skizofrenia adalah suatu sindrom klinis berbagai keadaan psikopatologis yang sangat mengganggu, melibatkan proses pikir, emosi persepsi, dan tingkah laku. Penanganan terapi pasien skizofrenia meliputi terapi non farmakologi dan terapi farmakologi. Ketidakrasionalan dan ketidaktepatan pada penggunaan obat dapat menjadi penyebab kegagalan terapi, termasuk pada pengobatan skizofrenia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kerasionalan obat pasien skizofrenia di Rumah Sakit Umum Daerah Cimacan Cianjur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional yang dilakukan secara retrospektif dengan mengambil data dari rekam medik dari bulan Januari sampai dengan bulan Desember 2017 di Rumah Sakit Umum Daerah Cimacan Cianjur pada dari bulan April sampai dengan bulan Mei 2018. Sampel penelitian adalah pasien skizofrenia paranoid yang berusia 45-59 tahun sebanyak 104 pasien yang diambil dengan total sampling. Kerasionalan obat yang dikaji berupa ketepatan obat, ketepatan pasien, ketepatan dosis, ketepatan frekuensi obat dan ketepatan cara penggunaan obat. Data dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata kerasionalan pengobatan pasien skizofrenia di Rumah Sakit Umum Daerah Cimacan Cianjur mencapai 86% dengan rincian yaitu 100% ketepatan obat, 100% ketepatan pasien, 64% ketepatan dosis, 67% ketepatan cara pemberian obat dan 99% ketepatan frekuensi menggunakan obat.

hubungan lama farmakoterapi terhadap pengendalian diri anak Attention-Deficit/ Hyperactivity disorder di apotek amandara depok

No. 423 Meningkatnya kondisi anak terdiagnosis Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) yang mendapatkan farmakoterapi tertentu yang melakukan penebusan resep obat di Apotek Amandara, maka dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk melihat hubungan antara lama farmakoterapi yang dijalani terhadap pengendalian diri anak ADHD. Penelitian ini dilakukan secara prospektif noneksperimental. Dengan menjangkau data melalui lembar resep dan kuesioner. Penelitian telah dilaksanakan selama periode Mei-Juli 2018 dengan jumlah responden yang memenuhi kriteria penelitian adalah 65 responden. Dengan analisis deskriptif, didapatkan data gambaran sosiodemografi pasien anak terdiagnosis ADHD paling dominan adalah kelompok usia 5-11 tahun sebesar 50,8%, jenis kelamin dominan adalah laki-laki sebesar 76,9% dan tingkat pendidikan dominan adalah anak belum sekolah sebesar 52,3%. Gambaran farmakoterapi paling banyak diberikan adalah golongan antipsikotik atipikal yaitu aripiprazol dengan persentase 72,3%. Gambaran lama farmakoterapi yang dijalani paling besar berada pada kelompok 1-6 bulan sebesar 52,3%. Serta gambaran delta pengendalian diri anak ADHD menunjukkan rata-rata delta pengendalian diri adalah sebesar 14,45. Dan analisis hubungan dilakukan antara variabel lama farmakoterapi terhadap pengendalian diri anak ADHD yang dianalisis menggunakan uji Spearman. Secara statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lama farmakoterapi terhadap pengendalian diri anak ADHD dengan nilai koefisien korelasi bernilai 0,246* dan nilai P<0,05 (P=0,048).

pengaruh kombinasi ekstrak etanol kulit putih buah semangka (Citrullus Lanatus (Thunb.)) dan air bonggol pisang kepok (musa acuminata x Musa balbisiana (ABB Group)) terhadap pertumbuhan rambut tikus putih jantan

No. 422 Kulit putih buah semangka dan air bonggol pisang kepok secara empiris banyak digunakan untuk pertumbuhan rambut, selain itu ekstrak etanol kulit putih buah semangka dan air bonggol pisang kepok juga telah terbukti secara ilmiah mampu mempercepat pertumbuhan rambut tikus. Namun penelitian aktivitas kombinasi dari keduanya terhadap pertumbuhan rambut belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kombinasi dari kedua ekstrak tersebut yang dapat memberikan aktivitas yang paling baik untuk pertumbuhan rambut. Ekstraksi kulit putih buah semangka dilakukan dengan cara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70 %, sedangkan untuk mendapatkan sampel uji berupa air bonggol pisang kepok dengan cara menebang batang pohon pisang kurang lebih 50 cm di atas permukaan tanah kemudian batang pisangnya dilubangi tengahnya lalu ditutup dengan plastik dan didiamkan selama satu malam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi air bonggol pisang kepok dan ekstrak etanol kulit putih buah semangka (2:1) memiliki aktivitas pertumbuhan panjang rambut lebih panjang dibandingkan dengan kontrol positif (Minoxidil), sedangkan aktivitas pertumbuhan bobot rambut lebih ringan dari kontrol positif (Minoxidil).

POTENSI PENURUNAN KADAR KOLESTEROL TOTAL DARI HASIL FERMENTASI UMBI GARUT OLEH Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus fermentum PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) mentum PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)

No. 421 Hasil fermentasi dapat digunakan sebagai terapi hiperkolesterolemia. Salah satu bahan potensial untuk pembuatan hasil fermentasi yaitu Umbi garut (Maranta arundinacea L.) yang difermentasi menggunakan bakteri Lactobacillus plantarum, Lactobacillus fermentum dan campuran keduanya. Tujuan dalam penelitian ini untuk memperoleh hasil fermentasi umbi garut oleh bakteri Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus fermentum yang optimal dan menentukan aktivitas penurunan kadar kolesterol total pada tikus putih (Rattus norvegicus). Formulasi pada fermentasi umbi garut menggunakan kultur Lactobacillus plantarum, Lactobacillus fermentum, dan campuran. Hasil fermentasi dievaluasi pH, total asam laktat, total bakteri asam laktat, dan organoleptik. Hasil fermentasi umbi garut diuji penurunan kadar kolesterol total secara in vivo. Fermentasi umbi garut oleh Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus fermentum dapat menurunkan kadar kolesterol total. Penurunan kadar kolesterol total tertinggi yaitu pada hasil fermentasi umbi garut oleh Lactobacillus fermentum 2% dengan nilai persentase penurunan 30,36%. Penurunan kadar kolesterol total pada hasil fermentasi umbi garut oleh Lactobacillus fermentum 2% lebih tinggi dan berbeda nyata (α<0,05) dengan aktivitas penurunan kadar kolesterol total oleh Lactobacillus plantarum dan campuran kedunya. Hasil fermentasi umbi garut oleh Lactobacillus fermentum 2% mempunyai nilai pH 3,88, total asam laktat 1,13% dan total bakteri asam laktat 1,6 x 1010 CFU/mL. Oleh sebab itu, hasil fermentasi umbi garut oleh Lactobacillus fermentum 2% berpotensi sebagai agen antihiperkolesterolemia.

potensi hasil fermentasi alpukat dan pisang uli oleh Lactobacillus plantarum terhadap penurunan kadar kolesterol total tikus putih jantan galur sprague dawley

No. 420 Pangan fungsional berbasis probiotik dapat digunakan sebagai agen terapi antihiperkolesterolemia. Salah satu bahan potensial untuk pangan probiotik yaitu alpukat dan pisang uli yang dapat difermentasi oleh Lactobacillus plantarum. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formula hasil fermentasi yang mampu menurunkan kadar kolesterol total tikus putih jantan galur Sprague Dawley. Formula alpukat dan pisang uli terfermentasi dievaluasi pH, total asam lakat, total bakteri asam laktat, dan organoleptik yang dilanjutkan dengan uji potensi penurunan kadar kolesterol total secara in vivo. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar kolesterol total oleh hasil fermentasi suspensi pisang uli dan kombinasi suspensi alpukat dan pisang uli (1:1) tidak berbeda nyata (P<0,05) dengan simvastatin 0,9 mg/kg BB. Hasil fermentasi suspensi pisang uli oleh Lactobacillus plantarum mempunyai persentase penurunan kadar kolesterol total sebesar 25,84% dengan karakteristik nilai pH 3,60, total asam laktat 0,90%, dan total bakteri asam laktat 2,70x1010 CFU/mL. Hasil fermentasi kombinasi suspensi alpukat dan pisang uli (1:1) mempunyai persentase penurunan kadar kolesterol total sebesar 24,92% dengan karakteristik nilai pH 3,53, total asam laktat 1,00%, dan total bakteri asam laktat 4,21x1010 CFU/mL. Oleh sebab itu, hasil fermentasi suspensi pisang uli dan kombinasi suspensi alpukat dan pisang uli (1:1) berpotensi sebagai agen terapi antihiperkolesterolemia.

isolasi, uji aktivitas antibakteri dan atioksidan dari senyawa a bioaktif ekstrak daun sitahe (Leuconotis eugenifolia (Wall. Ex G. Don) A. DC)

No. 418 Infeksi adalah masuknya bakteri ke dalam tubuh yang menyebabkan penyakit. Radikal bebas yang diproduksi oleh metabolisme tubuh dan dari luar dapat menyebabkan penyakit degeneratif. Antibiotik diperlukan untuk mengatasi penyakit infeksi, sementara pencegahan penyakit degeneratif karena radikal bebas diperlukan antioksidan. Salah satu sumber antibakteri dan antioksidan adalah tanaman obat. Tanaman Sitahe (Leuconotis eugenifolia) telah digunakan untuk obat tradisional termasuk obat-obatan untuk infeksi kulit dan menyegarkan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara ilmiah khasiat ekstrak daun sitahe, dan mengisolasi senyawa bioaktifnya. Ekstrak yang diuji dalam penelitian ini adalah ekstrak n-heksana, diklorometana, etil asetat, metanol dan air. Dalam penelitian ini, skrining fitokimia ekstrak juga dilakukan. Isolasi dan pemurnian ekstrak etil asetat daun Sitahe dilakukan menggunakan kromatografi kolom. Fraksi dan senyawa murni diuji untuk aktivitas antioksidan dan antibakteri. Kandungan fenolik dan flavonoid total ekstrak ditentukan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Aktivitas antioksidan diukur dengan menentukan IC50 dan Indeks Aktivitas Antioksidan (AAI). Aktivitas antibakteri ditentukan dengan mengukur nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM). Hasil penelitian menunjukkan total nilai fenolik tertinggi dalam ekstrak etil asetat (259,0416 mg GAE / g ekstrak), dan nilai total tertinggi flavonoid adalah ekstrak diklorometana (84,6575 mg QE / g ekstrak). Ekstrak etil asetat dari daun Sitahe memiliki kategori sedang sebagai antibakteri terhadap bakteri S. aureus, dan lemah terhadap E.coli. sedangkan aktivitas antibakteri ekstrak diklorometana relatif lemah terhadap S.aureus, dan sedang terhadap E.coli. Aktivitas antioksidan dari ekstrak etil asetat, metanol dan air dari daun Sitahe memiliki potensi sangat kuat meredam radikal bebas DPPH dengan nilai IC50 5,25-11,46 μg / mL (nilai AAI> 2).