Sebanyak 57 item atau buku ditemukan

Manajemen Obat di Rumah Sakit

Kelas 600 Rak 3 Baris 4

PENGARUH PELAYANAN INFORMASI OBAT TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN TINDAKAN SWAMEDIKASI PADA BALITA PENDERITA PENYAKIT DIARE AKUT DI DESA PAMAGERSARI KECAMATAN JASINGA BOGOR

No: 209 Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti di Indonesia, karena morbiditas dan mortalitasnya yang masih tinggi. Survei pada kelompok bayi (usia 29 hari – 11 bulan) penyakit diare sebesar 31,4% sedangkan untuk balita sebesar 25,2% (Subdit Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan Kemenkes, 2011). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode analitik deskriptif. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pengetahuan anggota keluarga serta pelayanan informasi obat (PIO) dalam pemberian terapi pengobatan pasien diare akut secara swamedikasi pada balita sebagai upaya menerapkan Pharmaceutical care. Data diperoleh berdasarkan hasil wawancara dan pengisian quesioner oleh responden. Subjek penelitian ini yaitu 50 anggota keluarga (ibu) balita yang mengalami diare akut. Selanjutnya data dianalisa dengan pengujian uji korelasi, tingkat signifikansi dengan uji-t. Terdapat pengaruh yang berarti (pv 0,00 < 0,05) antara pengaruh pelayanan informasi obat terhadap peningkatan pengetahuan angota keluarga tentang penanganan diare akut. Terdapat pengaruh yang berarti (pv 0,00 < 0,05) antara pengaruh pelayanan informasi obat terhadap peningkatan tindakan swamedikasi angota keluarga tentang penanganan diare akut.

EVALUASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN GERIATRI DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN PENYAKIT PENYERTA HIPERTENSI DI INSTALASI RAWAT JALAN

No: 208 Diabetes Melitus (DM) tipe 2 adalah penyakit metabolik kronis akibat tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Hipertensi adalah salah satu komplikasi makrovaskular yang biasa terjadi pada pasien DM. Terapi yang diberikan bisa berjumlah banyak sehingga memerlukan terapi yang lebih teliti. Ketidaktelitian akan menyebabkan timbulnya masalah-masalah terkait penggunaan obat (Drug Related Problems). Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan rancangan analisis deskriptif yang bersifat retrospektif pada data rekam medik. Penderita DM Tipe 2 dengan penyakit penyerta Hipertensi yang menjalani rawat jalan di RS BLUD Sekarwangi Sukabumi selama 1 Desember 2013 sampai dengan 30 Desember 2014 sebanyak 65 sampel. Data obat yang didapat kemudian dikaji secara teoritis untuk mengetahui terjadinya DRPs. Hasil pengumpulan dan pengolahan data menunjukkan bahwa penderita DM Tipe 2 lebih banyak wanita (57%) daripada pria (43%). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa DRPs yang potensial terjadi yaitu interaksi obat (57,34%), terapi tanpa indikasi (13,76%), indikasi tanpa terapi (16,06%), overdosis (2,75%), dosis subterapetik (0%), pemilihan obat yang kurang tepat (1,84%), reaksi obat yang tidak dikehendaki (5,96%), kegagalan menerima obat (2,29%). Obat antidiabetes yang paling banyak diterima pasien yaitu metformin (84,62%), obat antihipertensi yang paling banyak diterima pasien yaitu captopril (66,15%).