Sebanyak 47 item atau buku ditemukan

OPTIMASI PENGARUH PENAMBAHAN Lactobacillus plantarum TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI LOVASTATIN DARI HASIL FERMENTASI BERAS Monascus purpurcus

No: 244 Angkak merupakan hasil fermentasi menggunakan kapang Monascus purpureus yang menghasilkan lovastatin sebagai antihiperkolesterolmia. Produksi lovastatin dalam beras Monascus purpureus dapat ditingkatkan. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi lovastatin dalam beras Monascus purpureus dengan melakukan penambahan bakteri Lactobacillus plantarum selama proses fermentasi, bakteri Lactobacillus plantarum menghasilkan asam laktat. Berdasarkan hal diatas tujuan penelitian ini adalah melakukan proses optimasi penambahan bakteri Lactobacillus plantarum pada proses fermentasi beras Monascus purpureus untuk menghasilkan lovastatin. Sampel diekstraksi menggunakan shaker selama 15 menit, dianalisi menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi dengan rancangan penelitian dan analisis menggunakan metode Response Surface (minitab 17). Pada penelitian dapat di simpulkan bahwa dalam proses produksi dari hasil fermentasi beras Monascsus purpureus terdapat kondisi optimum yaitu penambahan bakteri Lactobacillus plantarum 1%, pada waktu hari ke-5 dan suhu inkubasi 25C dan kondisi maksimum yaitu tanpa penambahan bakteri Lactobacillus plantarum, pada waktu hari ke-10 dan suhu inkubasi 25C.

PROFIL KESESUAIAN PENGOBATAN DISPEPSIA TERHADAP FORMULARIUM PASIEN RAWAT JALAN RSUD CIAWI KABUPATEN BOGOR PERIODE APRIL-JUNI 2015

No: 233 Dispepsia merupakan kumpulan keluhan atau gejala klinis yang terdiri dari rasa sakit perut bagian atas yang menetap atau bisa terjadi kapan saja, dan disebut juga kumpulan sindrom yang terdiri dari nyeri ulu hati, mual, kembung, muntah, rasa penuh atau cepat kenyang, dan sendawa. Serta merupakan keluhan umum yang dalam waktu tertentu dapat dialami oleh seseorang.Dan formularium merupakan himpunan daftar obat yang disetujui Komite Farmasi dan Terapi (KFT) untuk digunakan di rumah sakit dan di revisi pada setiap batas waktu yang ditentukan.Dalam pelaksanaanya penulisan resep terhadap formularium dapat menimbulkan masalah-masalah yang berhubungan dengan kesesuaian penulisan resep terhadap formularium.Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui seberapa besar kesesuaian penulisan resep dokter pada penyakit dispepsia di poli iternis tehadap formularium RSUD Ciawi Kabupaten Bogor selama periode April-Juni 2015.Kesesuaian dapat diketahui dengan melihat data pada rekam medik. Data dikumpulkan dengan cara retrospektif kemudian dianalisis secara deskriptif non analitik. Data yang diteliti sebanyak 100 sampel.Dari analisis data yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut pasien dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 36% dan pasien perempuan 64%. Berdasarkan usia, 16-25 tahun 13%, 26-35 tahun 17%, 35-45 tahun 27%, dan >45 tahun 43%. Kesesuaian pengobatan terhadap formularium 87,60%, Ketidaksesuaian pengobatan terhadap formularium 12,40%. Terdapat ketidaksesuaian obat-obat yang diresepkan dengan formularium pada pasien rawat jalan poli internis di RSUD Ciawi Kabupaten Bogor.

PERBANDINGAN HIDROLISIS ASAM HNO3 DAN H2SO4 TERHADAP HASIL FERMENTASI Spirulina platensis MENGGUNAKAN Saccharomyces cerevisiae SEBAGAI ANTIMIKROBA

No: 227 Spirulina platensis ialah mikroalga foto-autotrof, yang salah satu komponen utamanya karbohidrat. Karbohidrat dapat difermentasi menghasilkan etanol yang berfungsi sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan menentukan perbedaan hasil perbandingan hidrolisis asam nitrat dan asam sulfat terhadap senyawa etanol hasil fermentasi yang berfungsi sebagai antimikroba. Biomassa Spirulina platensis dihidrolisis menggunakan asam nitrat dan asam sulfat dengan variasi konsentrasi 2, 3, dan 4% menghasilkan enam jenis hidrolisat. Hasil hidrolisat difermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae selama 5 hari. Pengujian aktivitas antimikroba hasil fermentasi Spirulina platensis menggunakan metode difusi cakram kertas terhadap Staphylococcus aureus, Esherichia coli dan Candida albicas. Analisis senyawa antimikroba dalam sampel menggunakan Kromatografi Gas. Hasil penelitian menunjukan senyawa aktif etanol terbentuk lebih optimal pada konsentrasi asam 3% baik asam nitrat maupun asam sulfat. Hasil penelitian hidrolisat asam nitrat, pada konsentrasi 3% fermentasi hari ke-3 kadar etanol terbentuk sebesar 12,64%, zona hambat yang diperoleh pada Staphylococcus aureus, Esherichia coli dan Candida albicas dengan diameter zona hambat masing-masing 4,05, 3,05, dan 3,05 mm. Sedangkan hidrolisat asam sulfat kadar etanol optimal didapat pada konsentrasi asam sulfat 3% fermentasi hari ke-4 sebesar 13,69% dan diameter zona hambat masing-masing terhadap Staphylococcus aureus sebesar 3,95 mm, beda halnya pada Esherichia coli dan Candida albicas zona hambat terbaik pada konsentrasi asam nitrat 2% hari ke-4 masing-masing sebesar 4,10 dan 3,45 mm. Berdasarkan hasil penelitian, hasil hidrolisat menggunakan asam nirat maupun asam sulfat dapat digunakan sebagai substrat fermentasi untuk menghasilkan etanol sebagai antimikroba.

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAN EKSTRAK AIR DARI BIT SECARA IN VITRO (METODE DPPH)

No: 211 Antioksidan adalah molekul yang berkemampuan memperlambat atau mencegah oksidasi molekul lain. Bit (Beta vulgaris L.) adalah salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan bit dan membandingkan aktivitas antioksidannya dengan vitamin C. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Bit yang sudah dikeringkan dan dijadikan serbuk dimaserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70% dan pelarut air. Ekstrak yang telah diuapkan, kemudian dilakukan skrining fitokimia, hasil skrining fitokimia ekstrak etanol 70% dan ekstrak air menunjukkan hasil positif mengandung flavonoid, alkaloid dan terpenoid. Ekstrak kental kemudian di uji aktivitas antioksidannya secara kuantitatif untuk memperoleh nilai IC50 dari ekstrak menggunakan spektrofotometer UV-vis pada panjang gelombang 514 nm dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% dan ekstrak air dari bit berfungsi sebagai antioksidan dengan nilai IC50 berturut – turut sebesar 123.75 µg/ml dan 142.39 µg/ml. namun aktivitas antioksidan kedua ekstrak tersebut jauh lebih lemah dibandingkan aktivitas antioksidan vitamin C yang memiliki nilai IC50 sebesar 1.28 µg/ml.