Sebanyak 100 item atau buku ditemukan

Jurnal Farmamedika Vol. 2 No. 1

Lemari Referensi

PERBANDINGAN KEBERHASILAN PENATALAKSANAAN KANKER PAYUDARA PADA PASIEN YANG MELAKUKAN DETEKSI DINI DENGAN YANG TIDAK MELAKUKAN DETEKSI DINI DI RS KANKER DHARMAIS

No: 401 Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama diseluruh dunia. Di Indonesia kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker tertinggi yang menjadi perhatian banyak pihak untuk mengantisipasinya agar menekan tingkat kematian dan penderitaan pada penderitanya. Untuk menekan kejadian penyakit kanker payudara diantisipasi dengan deteksi dini Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penelitian untuk perbandingan penerapan deteksi dini dengan yang tidak melakukan deteksi dini terhadap keberhasilan penatalaksanaannya, sehingga tingkat kesembuhan pasien meningkat. Telah dilakukan penelitian pada 96 orang pasien Kanker Payudara dengan usia di atas 26 tahun pada periode Januari 2010 – Desember 2015 dengan tehnik pengumpulan data longitudinal dan penyajian data secara deskriptif. Presentasi kesembuhan yang dicapai pada pasien yang diawali dengan deteksi dini mencapai 100% dengan stadium terberat yaitu stadium 3a sedangkan yang tidak mengawali deteksi dini presentasi kesembuhannya mencapai 4% dengan stadium terendah yaitu stadium 3b.

UJI AKTIVITAS IN VITRO ANTIKANDIDA DARI SEDIAAN GARAM NATRIUM KLORIDA DAN PROBIOTIK Lactobacillus plantarum TERENKAPSULASI

No: 397 Kandidiasis merupakan penyakit infeksi jamur yang penting terutama pada wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas in vitro antikandida dari sediaan garam natrium klorida dan probiotik Lactobacillus plantarum dalam menghambat pertumbuhan Candida utilis. Garam dimurnikan melalui proses kristalisasi, kemudian ditambahkan filtrat probiotik terenkapsulasi. Hasil menunjukkan bahwa sediaan tersebut dapat menghambat pertumbuhan Candida utilis, dimana aktivitas terbaik dicapai oleh sediaan 6% garam mengandung filtrat plantarisin dari 107 sel/mL probiotik dalam waktu kontak aplikasi 1 menit. Diharapkan sediaan tersebut dapat dikembangkan sebagai antiseptik untuk kandidiasis.

UJI AKTIVITAS SARI DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) SEBAGAI PENAMBAH NAFSU MAKAN TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus L.)

No: 368 Daun Pegagan mempunyai berbagai macam khasiat salah satunya sebagai penambah nafsu makan. Pada penelitian ini dilakukan pengujian aktifitas sari daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) sebagai penambah nafsu makan. Sari daun pegagan ini diuji terhadap mencit putih jantan, dengan variasi 4 konsentrasi yakni 0,25 mL, 0,5 mL, 0,75 mL, dan 1 mL, dan 2 kontrol pembanding yaitu akuades sebagai kontrol negatif dan larutan curvit sebagai kontrol positif. Perlakuan dilakukan selama 2 minggu, 1 minggu adaptasi dan 1 minggu pengujian terhadap sari daun pegagan. Parameter yang dianalisa, berat badan mencit dan jumlah pakan yang dihabiskan oleh mencit. Hasil pengujian berdasarkan parameter kenaikan berat badan menunjukkan bahwa peningkatan berat badan mencit kelompok yang diberi sari daun pegagan 0,75 mL dan 1 mL tidak berbeda nyata dengan kelompok kontrol positif yang diberikan curvit, tetapi berbeda nyata dengan kelompok yang diberikan pegagan 0,25 mL, 0,5 mL dan kontrol negatif. Hasil pegagan berdasarkan berat pakan yang dihabiskan tidak terdapat perbedaan yang nyata antar tiap kelompok perlakuan.

UJI MUTU FISIK DAN EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH LABU AIR (Lagenaria siceraria) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA AYAM ARAB GOLDEN JANTAN

No: 349 Luka dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada kulit karena adanya inflamasi, sehingga saat terjadi luka orang akan segera mengobati lukanya baik menggunakan obat sintetik maupun obat tradisional. Menurut Shah et al. (2010), buah labu air dapat digunakan untuk obat sakit tenggorokan, bisul, luka bakar, kanker, demam, rematik, tetanus, tumor, luka.Pada penelitian ini, digunakan ekstrak etanol kulit buah labu air karena menurut hasil uji total tanin dan total fenol yang dilakukan di Balai Penelitian Ternak (BPT) kadar tanin dan fenolnya lebih tinggi dibandingkan ekstrak etanol kulit dengan buah labu air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sediaan gel ekstrak etanol kulit buah labu air terhadap penyembuhan luka sayat pada ayam dan untuk mengetahui mutu fisik sediaan gel tersebut yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar, uji viskositas, uji pH dan uji stabilitas sediaan. Berdasarkan hasil penelitian, formulasi sediaan gel ekstrak etanol kulit buah labu air memiliki tekstur yang homogen, berwarna kuning sampai kuning kecoklatan, berbau khas gelatin dan memiliki pH sebesar 4.5 – 5. Persentase pengurangan panjang luka sayat pada ayam arab golden jantan dengan menggunakansediaan gel ekstrak etanol kulit buah labu air 5%, 10% dan 15% masing – masing sebesar 90.5%, 95.5% dan 87.9%, sedangkan pada kontrol positif sebesar 96.05%. Berdasarkan hasil ujipaired sampel t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (berpengaruh nyata) antara perlakuan dan hari karena nilai sig dari perlakuan dan hari lebih kecil daripada α (0.05).

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK AIR, EKSTRAK ETIL ASETAT, ESTRAK HEKSANA BIJI LABU AIR (Lagenaria siceraria) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli

No: 348 Lagenaria siceraria yang dikenal dengan nama biji labu air adalah tanaman yang mengandung senyawa alkaloid, fenol, tanin, flavonoid dan steroid. Senyawa-senyawa diatas berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penghambatan pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Berdasarkan hasil penelitian skrining fitokimia dapat diketahui bahwa kandungan biji labu air (Lagenaria siceraria) yaitu alkaloid, tanin, flavonoid, steroid dan fenol. Hasil uji efektivitas antibakteri ekstrak biji labu air dengan pelarut etil asetat, heksana dan air mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Hasil ini dapat dilihat dari analisis multivarian (MANOVA) didapatkan hasil P-value 0.000 yang kurang dari 0.05, namun aktivitas antibakteri ekstrak biji labu air yang menggunakan pelarut heksana memiliki zona hambat yang lebih besar dibandingkan ekstrak biji labu air yang menggunakan pelarut etil asetat dan air.

AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA EKSTRAK AIR DAN HEKSANA DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius) TERHADAP TIKUS PUTIH (Rattus novergicus)

No: 345 Diabetes mellitus adalah salah satu gangguan metabolisme karbohidrat yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah atau hiperglikemia. Hiperglikemia merupakan keadaan dimana jumlah glukosa dalam darah melebihi batas normal (>200 mg/dL). Banyak tanaman yang berpotensi sebagai penurun kadar glukosa darah, salah satunya daun pandan (Pandanus amaryllifolius). Tujuan dari penelitian adalah mengidentifikasi golongansenyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak air dan heksana daun pandan serta menentukan aktivitas ekstrak air dan heksana daun pandan terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih (Rattus novergicus) dengan hiperglikemia. Simplisia daun pandan diekstraksi dengan metode maserasi. Ekstrak kental ditentukan kandungan senyawanyadan diuji secara in vivo pada tikus hipergikemia yang diinduksi aloksan. Ekstrak air daun pandan (EADP) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Ekstrak heksana daun pandan (EHDP) mengandung senyawa alkaloid dan steroid. Pengukuran kadar glukosa darah diukur menggunakan glukometer selama 15 hari dengan interval waktu setiap 3 hari. Perlakuan kontrol negatif dengan Na-CMC 1% meningkatkan kadar glukosa darah sebesar 137,50%. Perlakuan kontrol positif dengan metfomin 9 mg menurunkan kadar glukosa darah sebesar 66,41%. Perlakuan dengan pemberian EADP 300, EADP 600, EHDP 300 dan EHDP 600 dapat menurunkan kadar glukosa berturut-turut sebesar 42,38, 60,25, 26,99 dan 24,81%.Ekstrak air dan heksana daun pandan (Pandanus amaryllifolius) dapat menurunkan kadar glukosa darah secara invivo.

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS SARI BUAH RANTI (Solanum nigrum Linn.) TUA DAN MUDA TERHADAP TUKAK LAMBUNG TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) JANTAN GALUR Sprague dawley

No: 344 Tukak Lambung merupakan kerusakan pada jaringan mukosa, submukosa sampai lapisan otot suatu daerah saluran cerna. Sebuah jurnal dari India memaparkan bahwa buah ranti ( Solanum nigrum ) mempunyai efektifitas dalam mengobati tukak lambung pada tikus. Sampai saat ini belum diketahui apakah buah ranti tua atau muda yang efektif dalam mengobati tukak lambung Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan antara sari buah ranti tua dan muda dalam mengobati tukak lambung. Buah ranti tua dan muda dihaluskan dengan cara diblender dan diambil sarinya. Induksi tukak lambung dengan pemberian aspirin 10mg/kgBB peroral. Pengujian efektifitas buah ranti dilakukan dengan pemberian dosis 200gr/kgBB,400gr/kgBB, 600gr/kgBB secara peroral kontrol positif menggunakan Sukralfat. Dosis 200gr/kgBB sari buah ranti tua menunjukkan penurunan lesi sebesar 3, dosis 400gr/kgBB sari buah ranti muda menunjukkan peningkatan lesi sebesar 2.2, dosis 600gr/kgBB sari buah ranti tua menunjukkan penurunan lesi sebesar 3.analisis data menggunakan spss versi 16 dengan metode T-Test menunjukkan tidak adanya perbedaan antara buah ranti tua dan muda.