Sebanyak 45 item atau buku ditemukan

Uji aktivitas antibakteri gel ekstrak etanol 96% mahkota bunga mawar merah (Rosa galica L) terhadap bakteri Propionibacterium acnes

No. 482 Jerawat merupakan suatu proses peradangan kronik kelenjar-kelenjar pilosebasea yang ditandai dengan adanya komedo, papul, pustule, nodus dan kista. Salah satu penyebab terjadinya jerawat karena adanya infeksi bakteri patogen dari bakteri Propionibacterium acnes. Mahkota bunga mawar merah merupakan salah satu tanaman yang memiliki kandungan flavonoid yang bersifat antibakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa kimia dari mahkota bunga mawar merah, menguji aktivitas antibakteri dari sediaan gel yang dibuat dan mengetahui mutu fisik dari sediaan gel ekstrak etanol 96% mahkota bunga mawar merah. Pada penelitian ini ekstrak etanol 96% mahkota bunga mawar merah diformulasikanmenjadi bentuk sediaan gel dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Berdasarkan hasil penelitian pada mahkota bunga mawar merah mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Pada hasil uji mutu fisik sediaan gel memiliki hasil uji mutu fisik yang sesuai dengan syarat sediaan gel yang baik. Uji aktivitas antibakteri sediaan gel ekstrak mahkota bunga mawar merah 5%, 10% dan 15% terhadap bakteri Propionibacterium acnes, memiliki hasil secara berturut-turut 14,4 mm, 16,2 mm dan 19,2 mm yang termasuk dalam kategori aktivitas yang kuat. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan ANOVA RAL pada tingkat kepercayaan 90% dengan taraf α 0,1 menunjukkan sediaan gel ekstrak etanol 96% mahkota bunga mawar merah berpengaruh terhadap bakteri Propionibacterium acnes.

Perbandingan potensi diuretik ekstrak etanol tongkol jagung muda dan daun pandan wangi serta kombinasinya pada tikus putih (Rattus novergicus)

No. 446 Tingginya manfaat penggunaan obat tradisional menyebabkan banyaknya penelitian mengenai bahan-bahan tradisional yang memiliki efek diuretik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi diuretik perbandingan kombinasi ekstrak etanol tongkol jagung muda (Zea mays L.) dan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius, Roxb.) serta ekstrak tunggal. Penelitian ini melakukan formulasi kombinasi etanol 70% tongkol jagung muda dan ekstrak etanol 96% daun pandan wangi serta formula ekstrak tunggal. komponen kimia dari ekstrak tersebut dianalisis fitokimia dan diuji potensi diuretik terhadap tikus putih jantan galur Sprague Dawley. Ekstrak tongkol jagung muda dan ekstrak daun pandan wangi mengandung senyawa saponin, tanin, dan flavanoid. Potensi diuretik kombinasi tongkol jagung muda dan daun pandan wangi 1:1, 2:1, dan 1:2 masing-masing sebesar 6,48%, 10,45%, dan 6,20%. Potensi diuretik ekstrak tunggal tongkol jagung muda dan daun pandan wangi berturut-turut 19,90% dan 18,18%. Potensi ekstrak tunggal ini tidak beda nyata (p<0,05) dengan potensi diuretik dari furosemid 1,44 mg/ml. Ekstrak tunggal tongkol jagung muda dan daun pandan wangi berpotensi sebagai agen diuresis yang optimal dibandingkan dengan kombinasi ekstrak tongkol jagung muda dan daun pandan wangi

Uji aktivitas antibakteri gel ekstrak etanol 70% daun biduri (Calotropis gigantea) terhadap Staphylococcus aureus

No. 440 Biduri ( Calotropis gigantea ) merupakan tumbuhan tropis yang memiliki berbagai macam khasiat. Salah satunya daun biduri memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Aktivitas antibakteri ini dapat dibuat formulasi gel untuk infeksi luka yang disebabkan Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus adalah bakteri yang dapat menyebabkan bisul dan infeksi luka. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui senyawa yang terdapat pada ekstrak etanol 70% daun biduri, menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun biduri dengan konsentrasi 25% , 50% dan 75% pada Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi cakram, menguji aktivitas antibakteri setelah diformulasikan dalam sediaan dan mutu fisik sediaan gel. Hasil uji fitokimia daun biduri mengandung flavonoid, tanin, saponin, alkaloid dan steroid. Hasil pada pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun biduri pada konsentrasi 75% sebesar 22,73 mm termasuk dalam kategori sangat kuat setelah dibuat dalam sediaan gel zona hambatnya menjadi 19,26 mm termasuk dalam kategori kuat. Gel ekstrak etanol 70% daun biduri (Calotropis gigantea) memiliki mutu fisik yang baik.

Gambaran interakasi potensial obat analgesik antiinflamasi non steroid (AINS) pada peresepan pasien rawat jalan poli internis di instalasi farmasi RS salak Bogor periode oktober- desember 2016

No. 441 Analgesik Antiinflamasi Non Steroid (AINS) adalah obat yang berfungsi mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri. Pemakaian obat AINS sering diresepkan oleh dokter dalam menangani keluhan pasien untuk mengobati rasa sakit yang dideritanya. Pemakaian AINS beserta obat lain dapat menimbulkan suatu interaksi, dimana interaksi ini dapat memberikan efek menambahkan atau mengurangi salah satu dari obat yang saling berinteraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya persentase pasien yang dapat mengalami interaksi obat dan untuk mengetahui jenis obat AINS yang sering digunakan. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan pengambilan sampel secara retrospektif pada pasien rawat jalan poli internis RS Salak Bogor periode Oktober-Desember 2016. Hasil penelitian menunjukan persentase pasien yang berpotensi mengalami interaksi terjadi kepada wanita sebanyak 71,43%. Jenis obat AINS yang sering menyebabkan interaksi adalah meloksikam sebanyak 38,19%. Interaksi obat dengan tingkat keparahan terbanyak adalah minor sebanyak 55,55%.

modifikasi struktur genistein terhadap aktivitas inhibitor estrogen a pada kanker payudara

No. 433 Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker terbanyak di Indonesia. Kanker payudara memiliki kaitan erat dengan estrogen alfa. Senyawa genistein memiliki aktivitas sebagai antioksidan yang dapat menghambat proses perkembangan sel kanker dan senyawa tersebut memiliki potensi sebagai inhibitor estrogen alfa. Tujuan dari penelitian adalah untuk memperoleh senyawa baru hasil modifikasi genistein sebagai kandidat senyawa potensial sebagai antikanker. Senyawa modifikasi genistein dilakukan analisis penambatan molekuler serta perhitungan konstanta inhibisi dan divisualisasikan menggunakan Discovery Visualizer dan Pymol. Potensi senyawa modifikasi dianalisis berdasarkan kriteria Lipinski’s Rule of Five untuk memprediksi aktivitas farmakologi atau biologi senyawa tersebut. Kemudian senyawa modifikasi diuji toksisitasnya menggunakan perangkat lunak Toxtree dan server online admetSAR. Dari penelitian ini diperoleh 5 kandidat senyawa potensial sebagai antikanker, yaitu Mod164, Mod88, Mod150, Mod148 dan Mod163. Nilai binding affinity dari senyawa modifikasi tersebut berturut-turut -9,3 kkal/mol, -9,2 kkal/mol, -9,1 kkal/mol, -8,9 kkal/mol dan -8,9 kkal/mol. Hasil analisis Lipinski menunjukan bahwa semua senyawa modifikasi memenuhi kriteria Lipinski. Sedangkan hasil uji toksisitas menunjukan bahwa semua senyawa modifikasi tidak berpotensi bersifat karsinogenik dan mutagenik.

evaluasi pengobatan hipertensi pada pasien Chronic kidney disease (CKD) rawat inap di RS. Rumah sehat terpadu dompet dhuafa periode januari-desember 2017

No. 428 Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang disertai Hipertensi, mengalami penurunan fungsi ginjal pada pasien, diperparah dengan peningkatan tekanan darah yang justru akan memperberat kerja ginjal. Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui profil pengobatan hipertensi, kesesuaian dosis obat dan frekuensi pemberian obat hipertensi yang digunakan pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Rawat Inap di RS. Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa Periode Januari – Desember 2017. Data yang diteliti sebanyak 63 pasien dengan usia 26-65 tahun. Dari data diperoleh hasil jenis kelamin yang terbanyak adalah laki-laki (52 %), usia terbanyak yaitu berusia 36-45 tahun (40%), dan stadium terbanyak adalah stadium 5 (89%). Berdasarkan gambaran pengobatan hipertensi pada CKD, yang paling banyak digunakan yaitu penggunaan kombinasi 3 obat (36,5%), yaitu kombinasi Golongan Angiotensi II Reseptor Bloker (ARB), Calcium Channel Bloker (CCB), dan α-2 Agonis. Pada evaluasi kesesuaian dosis didapatkan 99,45 % penggunaan obat sudah sesuai, sedangkan evaluasi kesesuaian frekuensi didapatkan 96,65 % sesuai berdasarkan The Renal Drug Handbook.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN OBAT KUMUR EKSTRAK ETANOL KULIT NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus sanguinis

No: 396 Buah nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) merupakan salah satu buah yang populer dikonsumsi oleh masyarakat. Sejauh ini pemanfaatan buah nanas umumnya lebih kepada daging buahnya, sedangkan kulitnya hanya menjadi limbah dan belum dimanfaatkan secara optimal. Kulit nanas mengandung senyawa aktif flavonoid dan tanin yang mempunyai efek sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak kulit nanas menjadi bentuk sediaan obat kumur serta menguji aktivitas antibakterinya terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus sanguinis. Kulit nanas diekstraksi menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram yang terdiri dari 3 kelompok perlakuan dengan masing-masing konsentrasi 30%, 40%, dan 50% dan 2 kelompok kontrol terdiri dari kontrol positif (chlorhexidine) dan kontrol negatif (akuades steril). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit nanas dan sediaan obat kumur memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus sanguinis pada semua konsentrasi. Aktivitas antibakteri terbesar dan termasuk kategori kuat pada ekstrak kulit nanas dan sediaan obat kumur didapatkan pada konsentrasi 50% dengan nilai rata-rata diameter zona bening berturut-turut sebesar 15,03 mm dan 12,51 mm. Hasil Analisis data menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Duncan menunjukkan bahwa ekstrak kulit nanas dan sediaan obat kumur ekstrak kulit nanas memiliki perbedaan yang bermakna terhadap bakteri Streptococcus sanguinis. Berdasarkan hasil zona bening yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan aktivitas antibakteri ekstrak kulit nanas setelah dibuat sediaan obat kumur.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN OBAT KUMUR EKSTRAK ETANOL BONGGOL NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus sanguinis

No: 395 Bonggol nanas bersifat buangan dari buah nanas yang populer dikonsumsi oleh masyarakat. Bonggol nanas mengandung senyawa aktif flavonoid dan tanin yang mempunyai efek sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak bonggol nanas menjadi bentuk sediaan obat kumur serta menguji aktivitas antibakterinya. Ekstrak bonggol nanas didapatkan dari hasil ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antibakteri terdiri dari 3 kelompok perlakuan dengan masing-masing konsentrasi yaitu 20%, 30%, dan 40%, serta 2 kelompok kontrol terdiri dari kontrol positif (chlorhexidine) dan kontrol negatif (akuades steril). Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bonggol nanas dan sediaan obat kumur memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus sanguinis pada semua konsentrasi. Aktivitas antibakteri terbesar dan termasuk dalam kategori kuat diperoleh pada konsentrasi 40% dengan nilai rata-rata diameter zona bening sebesar 12,07 mm pada ekstrak bonggol nanas dan 10,96 mm pada sediaan obat kumur. Hasil Analisis data menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Duncan menunjukkan bahwa ekstrak bonggol nanas dan sediaan obat kumur ekstrak bonggol nanas memiliki perbedaan yang bermakna terhadap Streptococcus sanguinis. Berdasarkan hasil zona bening yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan aktivitas antibakteri ekstrak bonggol nanas setelah dibuat sediaan obat kumur.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN FAKTOR PELINDUNG SURYA DARI PARTISI PELARUT EKSTRAK KULIT BUAH PISANG AMBON PUTIH (Musa acuminata AAA)

No: 392 Polusi udara dan sinar ultraviolet merupakan radikal bebas yang dapat menyebabkan penyakit degeneratif dan dermatoheliosis. Kulit pisang ambon putih memiliki kandungan senyawa flavonoid sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan membandingkan aktivitas antioksidan dan faktor pelindung surya dari partisi pelarut ekstrak kulit pisang ambon putih (Musa acuminata AAA) menggunakan pelarut air dan etil asetat. Ekstrak etanol kulit pisang ambon putih dipartisi dengan pelarut air, dan etil asetat dibuat dalam beberapa konsentrasi. Penentuan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, penentuan nilai faktor pelindung surya dengan metode spektrofotometri. Hasil aktivitas antioksidan menunjukan ekstrak etanol memiliki nilai IC50 yaitu 121,34 μg/mL, diikuti dengan fraksi air 136,40 μg/mL dan fraksi etil asetat 159,88 μg/mL. Hasil penentuan nilai faktor pelindung surya ekstrak etanol, fraksi air, fraksi eti asetat secara berturutturut sebesar 11,579; 3,572; 2,018. Aktivitas antioksidan ketiga ekstrak masuk dalam kategori sedang dan nilai faktor pelindung surya tertinggi terdapat pada ekstrak etanol.