UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL, ETIL ASETAT DAN n-HEKSAN DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis

No: 381 Penggunaan antiseptik yang tidak tepat dapat menyebabkan masalah kekebalan dari antimikrobial dan peningkatan resistansi. Oleh karena itu masyarakat mulai menggunakan obat tradisional untuk mengobati infeksi. Salah satu tanaman yang dapat mengobati infeksi yaitu daun kelor (Moringa oleifera Lam.). Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui kandungan senyawa pada ekstrak etanol, ekstrak etil asetat dan ekstrak n-heksan dari daun kelor (Moringa oleifera Lam.) serta mengetahui dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Hasil penapisan fitokimia menunjukkan daun kelor mengandung senyawa tanin, steroid, triterpenoid, flavonoid, saponin dan alkaloid. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa pada ekstrak etanol, ekstrak etil asetat, dan ekstrak n-heksan dari daun kelor (Moringa oleifera Lam.) dan mengetahui aktivitas ekstrak etanol, ekstrak etil asetat, dan ekstrak nheksan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi bertingkat dengan pelarut nheksan, etil asetat, dan etanol 96%. Di uji fitokimia dan uji aktivitas dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram dengan mengamati diamater zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang nyata dari ekstrak etanol 96% dan ekstrak etil asetat daun kelor terhadap pertumbuhan Staphylococcus epidermidis dibandingkan dengan ekstrak n-heksan. Uji statistik menunjukkan pengaruh nyata pada ekstrak daun kelor dengan nilai sig < 0,05.