OPTIMASI WAKTU MASERASI PARASETAOL DALAM JAMU PEGALINU YANG BEREDAR DI KECAMATAN BOGOR BARAT

No: 248 Jamu merupakan obat tradisional yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Peraturan pemerintah menyatakan bahwa di dalam jamu tidak diperbolehkan mengandung bahan kimia obat. Namun, sampai saat ini masih terdapat jamu yang mengandung bahan kimia obat, seperti pada jamu pegal linu yang mengandung parasetamol. Analisis bahan kimia obat dalam jamu belum disertai waktu ekstraksi optimal yang menghasilkan kadar bahan kimia obat yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan menentukan waktu maserasi dan kadar parasetamol yang optimal dalam jamu pegal linu. Pengambilan sampel dilakukan di Kecamatan Bogor Barat dengan metode purposive sampling. Sampel dimaserasi menggunakan pelarut etanol pada waktu 0, 30, 60, 90 dan 180 menit. Sepuluh sampel jamu pegal linu yang telah ditentukan, dilakukan skrining dengan metode Kromatografi Lapis Tipis menggunakan fase diam silika gel GF254 dan fase gerak kloroform:etanol (9:1) serta dideteksi pada sinar UV 254 nm. Sampel dianalisis secara kuantitatif menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis pada λ 248 nm. Hasil analisis menunjukkan bahwa 7 sampel jamu positif mengandung parasetamol dengan nilai Rf yang mendekati nilai Rf standar parasetamol, yaitu 0,430. Waktu optimal maserasi pada jamu simulasi, sampel D, F dan S adalah 0-30 menit (14,25 %, 22,33 %, 6,22 %, 8,98 %); sampel A, E dan Q pada 60-90 menit (7,12 %, 5,62 %, 4,47 %) dan sampel H pada 120 menit (18,38 %). Waktu optimal maserasi sampel didominasi oleh rentang waktu antara 30-90 menit. Oleh karena itu, diketahui bahwa sampel jamu pegal linu yang tersebar di Kecamatan Bogor Barat memiliki waktu maserasi yang optimal pada rentang waktu antara 30-90 menit.